Panen Melimpah, Harga Jual Malah Anjlok
Petani garam Cirebon meradang. Saat produksi garam melimpah, harga jual garam dari para petani justru anjlok.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan harga jual garam yang makin anjlok.
Padahal saat ini produksi garam para petani tengah melimpah.
Menurut petani garam di Desa Rawaurip, M Yusuf (47), harga garam di tingkat petani hanya Rp 450-600 per kilogram.
"Harganya beda jauh dibanding harga di pasar," kata M Yusuf kepada Tribun Jabar, Rabu (17/10/2018).
Ia mengatakan, di pasaran harga garam per kilogram mencapai Rp 2.000-2.500.
Menurut dia, para petani di Desa Rawaurip dalam sehari bisa memproduksi garam 1 hingga 3 ton, tergantung luas lahan yang digarapnya
Panas matahari yang relatif stabil membuat produksi garam melimpah.
Ia hanya menyayangkan harga garam anjlok di saat produksinya yang melimpah itu.
"Panasnya lagi bagus, jadi bisa panen banyak, cuma harganya yang enggak bagus," ujar M Yusuf.
Petani garam lainnya, Wawan (44), berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga garam.
Ia menginginkan adanya standarisasi harga garam agar para petani tidak merugi saat musim panen tiba.
"Agar harga garam tidak terus turun saat kami tengah mudah-mudahnya memproduksi garam," kata Wawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/membungkus-hasil-panen-garam_20181017_184029.jpg)