Terpopuler

Fakta-fakta Seputar Kematian Haringga Sirla, Kronologi Hingga Pelaku Coba Bohongi Polisi

Melur Kimaharandika di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (16/10/2018), disebutkan Haringga Sirla menjadi korban sweeping.

Fakta-fakta Seputar Kematian Haringga Sirla, Kronologi Hingga Pelaku Coba Bohongi Polisi
Kolase Tribun Jabar (Istimewa dan Tribun Jabar)
Haringga Sirla 

"Banyak darah itu karena saya merangkul Pak, bukan ikut nonjokin," ujarnya ngotot.

Akhirnya, setelah diperlihatkan video pengeroyokan, pemuda yang mengganti bajunya itu tak bisa mengelak lagi.

"Sebelumnya saya ngerangkul Pak. Habis itu memang saya mukul Pak," ujarnya mengaku.

Dfa, Cepi dan Joko Susilo menjalani rekontruksi sedang ngopi usai mengeroyok Haringga Sirla
Dfa, Cepi dan Joko Susilo menjalani rekontruksi sedang ngopi usai mengeroyok Haringga Sirla (mega nugraha/tribun jabar)

2. Sewot Ngaku Tak Tahu Apa-apa dan Berdarah dari Hidung

Ada lagi seorang pemuda yang dicecar polisi karena bercak darah yang terlihat mencolok dari sepatu putihnya.

"Ini (darah) dari mobil Pak waktu berangkat," kata pemuda itu.

Ia mengaku tak tahu ada kejadian pengeroyokan suporter Persija Jakarta the jakmania karena berangkat ke stadion GBLA lebih siang.

 Tim Pencari Fakta PSSI Tewasnya Haringga Sirla: Hukuman untuk Persib tapi Pelajaran untuk Semua

"Ini darah dari hidung Pak. Lagi minum darahnya keluar. Saya di pinggir lagi diem," ujarnya lagi mengelak.

"Katanya dari mobil, saya tanya sekali lagi di mana mobilnya pada saat itu? Ini nanti kan dicek, terus (ketahuan) darah korban. Terus kamu sekarang berbohong," tanya polisi.

Namun, pemuda itu terlihat sewot, ia kukuh tak tahu apa-apa sambil memperlihatkan tatapan tajam.

3. Tahu-tahu Sudah Botak

Selain penangkapan pengeroyok Haringga Sirla langsung di TKP pada hari kejadian, polisi pun kembali membekuk sejumlah pelaku lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari enam pelaku pengeroyokan, ada satu orang yang berusaha menghilangkan jejak.

Aldiansyah, pemuda berusia 21 tahun yang berhasil ditangkap di Indramayu.

Rupanya, ia memangkas rambutnya sampai botak sehingga terlihat jelas perbedaannya.

"Dia sudah potong rambut jadi botak hilangkan jejaknya. Ditangkap di Indramayu ini yang besar," kata AKBP M Yoris, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung.

Pemuda itu diketahui memiliki peran penting dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirla.

Ia adalah orang yang menyeret, memukul, sekaligus menendang korban.

 Ungkap Penghina Istri Presiden Hingga 14 Penganiaya Haringga, AKBP Yoris jadi Kapolres Indramayu

4. Salahkan Pisau dan Pagar

Ada dua pemuda yang mencuri perhatian polisi karena bercak darah di tangan mereka.

Saat ditanya polisi, pemuda pertama berasalan tangannya itu terluka karena teriris pisau.

Walaupun ditanya polisi berulang kali, pemuda itu kukuh tangannya berdarah karena pisau saat mengiris singkong di rumahnya.

Sementara itu, polisi melihat bercak darah pun tertinggal di jaket denim yang dikenakan pemuda itu.

Polisi pun mencocokkan jaket denim yang dipakai pemuda itu ternyata terekam lewat video pengeroyokan Haringga Sirla.

"Nanti kalau benar ada di videonya, kamu enggak bisa mengelak," kata seorang petugas.

Sambil terlihat sedikit kaget, pemuda itu justru mengiyakan pernyataan polisi itu sambil mengangguk.

Kemudian, pemuda lain yang menjadi sorotan yang meninggalkan bercak darah pada celananya.

Pemuda itupun terluka dan sempat dibantu polisi saat memakaikan plaster ke jari tangannya.

Pemuda itu mengaku terluka karena terkena pagar.

Ia beralasan bisa tergores pagar karena terdorong orang banyak.

"Kalau darah ini mah dari tangan saya Pak," kata pemuda bertopi itu.

Polisi pun semakin curiga dan menyebut dia pintar berbohong.

"Saya engga tahu Pak, saya tidak megang hp," ujarnya membela diri.

"Kamu pasti pegang balok ada pakunya ini," kata seorang petugas.

Ia pun mengelak terus-menerus dan mengaku sudah diobati tim medis saat terluka kena pagar.

Akhirnya setelah dicecar habis-habisan, ia pun mengaku.

"Ia ikut (mukul)," ujarnya.

Ia baru sadar setelah melihat dirinya terekam video saat memukul korban menggunakan kepalan tangannya.

"Kamu baru lihat video, baru ngaku kamu," gumam seorang petugas.

Dari saku pemuda itu, ditemukan sebuah sejata tajam berupa keling.

Namun, pemuda itu mengaku tak menggunakan keling itu untuk menyerang korban.

(Tribun Jabar/Widia Lestari)

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved