Suporter Tewas di GBLA

4 Fakta Terbaru Seputar Haringga Sirla, Permintaan Pengeroyok Masuk Pesantren & Santunan Rp 114 Juta

Persidangan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Haringga Sirla digelar kemarin, Selasa (17/10/2018) di Pengadilan Negeri Bandung.

4 Fakta Terbaru Seputar Haringga Sirla, Permintaan Pengeroyok Masuk Pesantren & Santunan Rp 114 Juta
Kolase Tribun Jabar (Istimewa dan Tribun Jabar/Mega Nugraha)
Haringga Sirla 

"Saya terima kasih sekali, masih banyak orang yang mau peduli," ujar Mirah.

Ia juga mengaku telah mengikhlaskan kepergian Haringga kepada Yang Maha Kuasa.

Haringga sendiri merupakan korban penganiayaan sesaat sebelum laga Persib Bandung vs Persija Jakarta dimulai, Minggu (23/9/2018).

Ia pun meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dianiaya oleh sejumlah oknum Bobotoh.

Kronologi Pengeroyokan

Haringga Sirla
Haringga Sirla (Kolase Tribun Jabar (Istimewa dan Tribun Jabar))

Kronologi awal kasus tewasnya Haringga Sirla (23), suporter Persija Jakarta yang tewas dikeroyok sejumlah suporter Persib Bandung di Stadion GBLA, Minggu (23/9/2018), terungkap dalam berkas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Bandung terhadap dua pelaku di bawah umur yang berusia 16 dan 17 tahun.

Sidang kasus pengeroyokan Haringga Sirla dengan agenda pembacaan surat dakwaan ini digelar ‎di ruang sidang anak Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (16/10/2018). Dalam sidang yang berlangsung tertutup itu surat dakwaan dibacakan JPU Melur Kimaharandika SH.

"Saksi Febri Ramadhan, suporter Persija yang datang ke Stadion GBLA saat pertandingan Persib melawan Persija, melihat suporter Persib melakukan sweeping terhadap suporter Persija yang datang ke Stadion GBLA," ujar JPU Melur saat ditemui seusai persidangan, Selasa (16/10/2018).

‎Kemudian, saat saksi di luar pagar Stadion GBLA, ia melihat korban di-sweeping oleh suporter Persib. Saksi melihat korban di-sweeping oleh suporter Persib dengan cara dicek handphone dan dompet korban.

"Dari pengecekan handphone dan dompet, ditemukan identitas korban sebagai anggota The Jakmania, organisasi suporter Persija. Setelah itu, saksi melihat seorang suporter Persib berteriak mengumumkan "di sini ada The Jak". Lalu masa suporter Persib menghampiri korban dan secara membabi buta memukul, menendang menginjak-injak baik menggunakan tangan kosong maupun alat bantu berupa balok kayu," ujar jaksa.

Halaman
1234
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved