Sidang Dugaan Penghinaan Pancasila Rizieq Shihab Digelar di Bandung, Ini Agendanya

Sidang Pra Peradilan Dugaan penghinaan Pancasila Rizieq Shihab digelar di PN Bandung

Sidang Dugaan Penghinaan Pancasila Rizieq Shihab Digelar di Bandung, Ini Agendanya
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sidang pra peradilan kasus dugaan penghinaan Pancasila Rizieq Shihab digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (15/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sidang pra peradilan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh Polda Jabar terkait dugaan penghinaan Pancasila ‎dengan terlapor Rizieq Shihab digelar di Pengadilan Negeri Bandung Jalan L.L.R.E. Martadinata, Bandung, Senin (15/10/2018). Sidang sebelumnya pada pekan lalu ditunda.

Kali ini, sidang menghadirkan pemohon pra peradilan yakni Tim Pembela Pancasila mewakili Sukmawati Soekarnoputri selaku pelapor‎, Bidang Hukum Polda Jabar selaku termohon, dan termohon intervensi dari Rizieq Shihab yang diwakili tim pengacara.

Di luar persidangan, massa Front Pembela Islam turut berorasi menyampaikan dukungannya pada Rizieq Shihab. Sidang pra peradilan dipimpin Muhammad Rozad.


Lihat Koleksi Senjata Militer, Jelajahi Pusdik Armed di Cimahi

Pra peradilan berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) adalah untuk menguji sah atau tidaknya SP3 oleh penyidik, sah dan tidaknya penangkapan, penahanan, penyitaan hingga penggeledahan.

Kasus ini bermula saat Sukmawati melaporkan Rizieq Shiha terkait ceramahnya yang menyebut "Pancasila Soekarno 'Ketuhanan ada di pantat' sedangkan Pancasila Piagam Jakarta 'Ketuhanan ada di kepala',"

"Kami meminta majelis hakim untuk menyatakan sah dan mengikat SP3 tindak pidana umum dengan tersangka yang dikeluarkan Kapolda Jabar Direktur Kriminal Umum," ujar tim kuasa hukum Rizieq Shihab, M Ichwan Tuankotta, saat membacakan pernyataannya di sidang itu.

Teddi Ardiansyah, anggota Tim Pembela Pancasila, mengatakan pihaknya mempra peradilankan SP3 Polda Jabar karena kasus tersebut harusnya dilanjutkan ke persidangan. ‎

"Alasan penyidik Polda Jabar mengeluarkan SP3 karena tidak cukup bukti. Padahal, dari saksi-saksi yang kami hadirkan selama pemeriksaan termasuk saksi ahli, sudah memenuhi dua alat bukti sehingga Rizieq Shihab ditetapkan tersangka," ujar Teddi saat membacakan permohonan pra peradilan di persidangan.

Berdasarkan Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), ‎dua alat bukti harus dikantongi untuk menetapkan tersangka. Alat bukti tersebut yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

"Dua alat bukti itu sudah terpenuhi, ketika dikatakan tidak cukup bukti jadi pertanyaan buat kami. Kemudian, status Rizieq juga sudah ditetapkan tersangka dan sudah dalam proses pelimpahan berkas ke kejaksaan, tapi kok jadi di SP3. Itu kenapa kami ajukan praperadilan," ‎kata dia.

Sidang akan dilanjutkan Selasa (16/10/2018) dengan agenda jawaban termohon (Polda Jabar) terhadap pemohon pra peradilan, sekaligus jawaban termohon intervensi terhadap pemohon pra peradilan

Tujuh Orang Warga Cirebon Selamat dari Gempa dan Tsunami di Palu

Prediksi Susunan Pemain Persib di Laga Persipura Jayapura vs Persib Bandung, Misi Lepas dari PSM

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved