Komisi C DPRD Kota Bandung Serukan 'Gerakan Hemat Air'

Karena itu diperlukan gerakan hemat air atau konsumsi air secara bijak tanpa terkecuali ," ujarnya ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung

Komisi C DPRD Kota Bandung Serukan 'Gerakan Hemat Air'
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Yono (kanan), warga Jalan Kembar tengah nomor 16, Mochammad Toha, Bandung, kepada Tribun Jabar, Senin (28/8/2017) jika di daerahnya, kekeringan sudah terjadi selama dua hari. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Tedi Rusmawan, mengimbau agar masyarakat melakukan gerakan hemat air, seiring kekeringan di sejumlah wilayah Kota Bandung akibat kemarau panjang.

"Kekeringan di Kota Bandung sudah berstatus warning atau lampu merah walau lebih beruntung dibanding daerah lain yang benar-benar mengalami krisis air. Karena itu diperlukan gerakan hemat air atau konsumsi air secara bijak tanpa terkecuali ," ujarnya ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum dapat memprediksi kapan hujan turun di Kota Bandung. 

"Maka menjadi penting upaya menyosialisasikan gerakan hemat air ke seluruh elemen masyarakat. Upaya pencegahan menjadi langkah prioritas yang harus di lakukan," ucapnya.

Selain kawasan permukiman, pemakaian jumlah air yang cukup besar terjadi juga di gedung-gedung besar, semisal hotel.

Trik Baru Sembunyikan Status Sedang Mengetik di WhatsApp, Tak Ada Lagi yang Penasaran

Saksi : Uang Setoran Diberikan ke Aa Umbara sebagai Pinjaman, Hakim : Ngapain Ketua DPRD Pinjam Uang

Tedi Rusmawan pun mengapresiasi upaya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening, Kota Bandung, yang terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat secara gratis sejak beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan bantuan itu harus tepat sasaran, yakni bagi warga di daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

"Distribusi pasokan air bersih ini memang sangat membantu warga tetapi haruslah sasaran seperti ke kawasan kumuh atau padat penduduk. Karena kondisi warganya, jangankan untuk membeli air bersih, untuk makan pun mereka cukup kesulitan, maka masyarakat seperti inilah yang lebih diperhatikan," ujar dia.

Ia mengakui sejumlah masyarakat memang telah melakukan pengaduan melalui media sosial. Mayoritas laporan yang diterimanya berasal dari kawasan Riung Bandung, Ciwastra, dan Buahbatu.

"Intinya tidak berlebihan atau bijak dalam menggunakan air sehingga masalah kekurangan air bersih di Kota Bandung tidak lebih meluas dan semakin parah," katanya.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved