Grup Gay Pelajar di Facebook

Begini Hasil Penyelidikan Polisi Soal Grup Facebook yang Diduga Berisi Grup Gay di Garut

pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara acak dengan mengambil sampel anggota grup Facebook yang diduga beranggotakan grup gay itu

TRIBUNJABAR.CO.ID/FIRMAN WIJAKSANA
Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna melakukan pemeriksaan CCTV di Pos Pengamanan Operasi Lilin Lodaya Polres Garut di Jalan Raya Limbangan, Minggu (17/12/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Kepala Polres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memastikan tidak ada grup Facebook berisi grup gay di Garut, Jawa Barat.

Hasil penyelidikan polisi, akun grup tersebut diretas lalu diganti namanya.

"Intinya, grup itu diretas, karena bukan (grup) yang sebenarnya," ujar Budi kepada wartawan, Minggu (14/10/2018).

Budi mengatakan, grup tersebut sudah ada sejak 2013 dan beberapa kali berganti nama.

"Tidak ada grup gay, itu hanya retasan karena grup ini sudah ada sejak tahun 2013 dengan nama barudak Bayongbong, 2014 ganti nama lagi jadi kumpulan barudak SMP-SMA, 2015 pasif sampai 2017 dan aktif lagi 2018 pascatsunami dan gempa bumi dengan berubah nama ada gay-nya," ujar dia.

Kiper Legendaris Persib Bandung, Kosin Hathairattanakool Pensiun, Simak Surat Cintanya untuk Bobotoh

Sekitar 50 Ribu Orang Sudah Mendaftar untuk Lowongan Kerja di BUMN

Budi Satria Wiguna melihat ada upaya membuat resah masyarakat lewat keberadaan grup tersebut. Pasalnya, kasus seperti itu tidak hanya terjadi di Garut.

"Bukan hanya di Garut loh, Tasik, Subang, Majalengka hingga Karawang yang jumlahnya lebih banyak," katanya.

Budi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara acak dengan mengambil sampel anggota grup Facebook yang diduga beranggotakan grup gay itu.

Hasilnya, ada akun Facebook bodong meski ada juga yang betul-betul gay.

"Anggotanya sudah kita sampel random, ada beberapa yang benar-benar gay, karena masuk jebakan Batman nih, oh ada grup gay, masuk, tapi ada beberapa yang dicek tidak ada foto, tidak ada pengikut, kemungkinan (akun) bodong," katanya.

Budi mengingatkan agar masyarakat jangan pernah mencoba membuka grup tersebut. Saat dibuka, ada mesin yang bekerja hingga menjadi anggota grup tersebut.

"Jangan pernah membuka link tentang gay, karena saat membukanya maka otomatis mesin akan menjadikan follower, jadi member kita di situ," katanya. (Kontributor Garut, Ari Maulana Karang)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Pastikan Tak Ada Grup FB Khusus Gay di Garut"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved