Bisnis Jasa Logistik Menjadi Salah Satu Andalan Usaha Koperasi Mahasiswa
Bukan hanya bagi perusahaan besar, usaha kecil semacam agen pun, mendapatkan manfaat besar dari industri logistik ini.
Penulis: Darajat Arianto | Editor: Deni Ahmad Fajar
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingginya volume perdagangan secara elektronik alias e-commerce, berdampak positif pada bisnis jasa pengiriman barang atau industri logistik. Perkembangan jasa logistik ini bahkan memberikan pendapatan yang signifikan bagi pengelolanya. Bukan hanya dirasakan perusahaan besar, usaha kecil semacam agen dan sub-agen pun, mendapatkan manfaat besar dari meningkatnya industri logistik ini.
Satu di antara yang menangkap peluang jasa usaha logistik ini adalah koperasi mahasiswa (kopma). Sejak merambah bisnis jasa logistik, sejumlah kopma di Bandung merasakan dampak mengelola jasa logistik hingga menjadi salah satu andalan dalam pendapatan usaha. Salah satunya dirasakan pengurus Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) Institute Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki unit usaha agen JNE dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.
Menurut Ketua Umum Kokesma ITB, Alfontius Linata, unit usaha JNE memberikan pemasukan yang cukup signifikan. Dari unit usaha ini, Kokesma ITB meraup omzet sekitar Rp 15 juta per bulan. Omzet sebesar ini menjadi pemasukan yang cukup bagus bagi unit usaha sekelas kopma. Bahkan, kata Alfontius, pemasukan unit usaha JNE ini merupakan yang ketiga terbesar setelah Toko Kesejahteraan Mahasiswa (Tokema) ITB dan kantin. Kokesma sendiri memiliki 14 unit usaha dengan aset tahun 2017 mencapai Rp 230 juta.
"Kebanyakan konsumennya mahasiswa yang bisnis online. Sebagian lagi mahasiswa dan juga pegawai yang mengirim buku serta dokumen-dokumen. Dari tahun ke tahun pemasukan ke unit usaha JNE meningkat signifikan," ujar Alfontius, di Sekretariat Kokesma ITB, beberapa waktu lalu.
Demikian pula yang dirasakan pengurus Kopma Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (BS‑UPI) Bandung. Menurut Ketua Kopma BS UPI Bandung, Irfan Alfaridzi, Kopma BS-UPI telah menjadi agen JNE sejak 2013. Unit usaha JNE merupakan salah satu dari 15 unit usaha Kopma BS-UPI. Meski baru sekitar lima tahun, perkembangan unit usaha JNE ini memberikan hasil cukup memuaskan.
Irfan menambahkan, omzet unit usaha JNE ini sekitar Rp 1 juta per hari atau sekitar Rp 30 juta per bulan. Omzet ini diperoleh dari banyaknya pebisnis online di kalangan mahasiswa yang sudah menjadi pelanggan tetap. Selain mengirim barang yang dijual, banyak juga yang mengirim surat-surat dan buku-buku ke unit usaha JNE di Kopma BS-UPI ini.
"Biasanya konsumen sudah paham dengan tarif jasa logistik sehingga banyak yang memilih ke sini. Padahal ada juga usaha sejenis, tapi tetap di sini menjadi pilihan," ucap Irfan di Sekretariat Kopma BS-UPI, Selasa (2/10).
Melihat kebutuhan mahasiswa terhadap jasa pengiriman logistik ini, Irfan mengakui keberadaan unit usaha JNE sangat penting. Meski kontribusinya masih kecil dibanding omzet total Kopma BS-UPI yang mencapai Rp 3,2 miliar pada tahun 2017, unit usaha JNE menjadi salah satu andalan pedapatan usaha.
Baik Kopma UPI maupun ITB, mengoperasikan usaha ini sesuai jam kerja, yakni pukul 08.00-16.00 dari Senin hingga Sabtu. Pengurus kopma juga merekrut pegawai secara khusus yang bukan dari kalangan mahasiswa agar terkelola secara profesional.
Perkembangan jasa logistik yang cukup baik yang dikelola kopma ini juga diapresiasi Iyus Rustandi, Branch Manager JNE Bandung. Menurutnya, kontribusi kiriman dari titik layanan di kampus memang tidak sebesar titik layanan di daerah perkotaan.
"Namun, belum tentu titik layanan di wilayah yang kurang strategis memiliki jumlah pengiriman yang jauh lebih sedikit dari yang terdapat di lokasi strategis karena pengiriman paket tidak terbatas hanya dari konsumen di sekitar kampus, tapi bisa lebih luas dengan menyediakan pelayanan pick up," kata Iyus, Kamis (11/10).
Iyus menambahkan, saat ini terdapat dua sales counter JNE di kawasan universitas untuk memberikan kemudahan dan mengakomodasi kebutuhan aktivitas pengiriman logistik di area kampus di Kota Bandung, yakni di ITB, Jalan Ganesha No. 10 dan UPI Jalan Setiabudi No. 229.
"Dengan memperkenalkan secara luas program dan layanan JNE yang menyediakan titik layanan di berbagai wilayah kota hingga kecamatan, diharapkan dapat menjadikan JNE sebagai perusahaan terdepan dalam bidang jasa pengiriman dan menjadi inspirasi bisnis yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat luas," ujar Iyus.
Iyus menjelaskan, di Bandung, perkembangan bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) juga berdampak positif bagi bisnis logistik. Tercatat peningkatan kiriman 20-30 persen secara konsisten setiap tahun, terutama kiriman di bidang fesyen. "Lebih dari 50 persen kiriman dari Bandung didominasi oleh jenis kiriman seperti baju, kerudung, sepatu, dan lainnya," kata Iyus.
Mengenai perkembangan jasa logistik yang dikelola mahasiswa melalui kopma ini, pengamat ekonomi Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi yakin kopma yang dikelola secara profesional bakal melahirkan entrepreneur muda. Banyaknya kopma yang sehat membuktikan sebenarnya generasi muda, khususnya mahasiswa, mampu menjadi generasi penerus yang cakap mengelola usaha. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelayanan-di-jne-kopma-upi_20181012_233712.jpg)