Begini Dampak Galian Pasir di Kampung Cibener, Nagreg

Saat aktivitas penggalian pasir dilakukan, warga mengaku, debu pasir dari lokasi galian kerap terbawa angin dan dikeluhkan oleh warga karena mengotori

Begini Dampak Galian Pasir di Kampung Cibener, Nagreg
hakim baihaqi/tribun jabar
Galian pasir di Kampung Cibener, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aktivitas galian pasir di wilayah pemukiman, dikhawatirkan membawa dampak buruk untuk keberlangsungan hidup warga sekitar area pertambangan.

Hal itu disampaikan Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan, saat dihubungi Tribun Jabar, Jumat (12/10/2018).

Satu di antara galian pasir yang berdekatan dengan pemukiman penduduk, berada di Kampung Cibener, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Dari pantauan Tribun Jabar, Rabu (19/9/2018), lokasi galian pasir tersebut berada di sebuah bukit dan 100 meter di bawahnya terdapat pemukiman warga.

Saat aktivitas penggalian pasir dilakukan, warga mengaku, debu pasir dari lokasi galian kerap terbawa angin dan dikeluhkan oleh warga karena mengotori halaman warga, terlebih di musim kemarau saat ini.

Masih Banyak Pekerja di Kota Tasikmalaya Digaji di Bawah UMK

Selalu Berpakaian Necis, Pedagang Tahu Keliling Ini jadi Idola Emak-emak, Omzet Pun Ikut Naik

Selain itu, hilir mudik kendaraan berat pengangkut material pasir di jalan desa tersebut pun, diduga menjadi satu di antara penyebab kerusakan jalan dan dikeluhkan para pengguna jalan lainnya.

Dadan Ramdan juga mengatakan, imbas dari aktivitas galian di sekitar penduduk yang saat ini paling terasa adalah hilangnya lahan hijau, karena terus menurus dieksplorasi.

"Akibat hilangnya lahan hijau, resapan air berkurang," kata Dadan saat dihubungi, Jumat (12/10/2018).

Selain itu, kata Dadan, bila aktivitas galian tersebut berlanjut, bencana longsor atau pergerakan tanah diprediksi terjadi dan dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa.

"Sebelum longsor, mungkin akan timbul getaran - getaran terlebih dahulu," kata Dadan.

Ovi Sovianti dan Suami Ingin Punya 5 Anak

Eri (45), warga Kampung Cibener, mengatakan, keberadaan galian pasir tersebut, dirasa sangat menganggu aktivitas warga, terlebih di sekitar lokasi adalah tempat bermain anak-anak.

"Bagaimana kalau sampai longsor, terus menimpa permukiman warga," kata Eri.

Warga mengatakan, pada saat musim hujan, material pasir dan bebatuan dari lokasi penggalian pasir kerap terbawa hingga permukiman warga, serta dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa.

"Bila terus dibiarkan, warga khawatir jadi korban galian tersebut," katanya.

Lagi, Nelayan Minahasa Hanyut di Laut Selama 3 Bulan, Terdampar di Jepang

Kebakaran Renggut Korban Jiwa di Cimahi, Ajay: Respons Damkar Sudah Cepat

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved