Korupsi eKTP

Banding Ditolak, Fredrich Yunadi Tetap Dihukum 7 Tahun Penjara

Hasilnya, Pengadilan Tinggi DKI tetap mencatuhkan vonis selama 7 tahun penjara terhadap Fredrich Yunadi.

Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Fredrich Yunadi jelang sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - ‎Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah mengeluarkan putusan banding terhadap Fredrich Yunadi.

Hasilnya, Pengadilan Tinggi DKI tetap menjatuhkan vonis selama 7 tahun penjara terhadap Fredrich Yunadi.

"Putusannya menguatkan putusan di tingkat pertama. Pidana badan tetap 7 tahun penjara," kata jaksa KPK, M Takdir, Rabu (10/10/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Salinan putusan banding telah diterima jaksa KPK pada Selasa (9/10/2018).

Dalam putusan, Pengadilan Tinggi mengambil alih semua fakta persidangan tingkat pertama.

Atas putusan banding yang diketok palu pada 5 Oktober 2018 lalu itu, Takdir mengaku akan mempelajari putusan tersebut guna menentukan langkah hukum lanjutan.

Diketahui di tingkat pertama, Fredrich Yunadi yang juga mantan kuasa hukum Setya Novanto itu divonis 7 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yakni 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Fredrich dinilai terbukti menghalangi proses hukum KPK di kasus korupsi e-KTP terhadap tersangka Setya Novanto, eks Ketua DPR RI.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved