Hari Guru Sedunia, CIPS Soroti Kualitas Guru di Indonesia

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menegaskan peningkatan kualitas guru harus masuk dalam prioritas pemerintah dalam membenahi dunia pendidik

Hari Guru Sedunia, CIPS Soroti Kualitas Guru di Indonesia
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
TUNTUT TUNJANGAN DAERAH - Sejumlah guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) membentangkan poster berisi tuntutan saat melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Kamis (1/8/2013). Ratusan guru honorer yang mengikuti aksi tersebut menuntut pembayaran tunjangan daerah tahun 2013 sebesar Rp 300.000 yang belum dicairkan dengan metode cair tunda hingga kini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hari Guru Sedunia diperingati pada tanggal 5 Oktober setiap tahunnya.

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menegaskan peningkatan kualitas guru harus masuk dalam prioritas pemerintah dalam membenahi dunia pendidikan.

Sebagai tulang punggung pendidikan, guru yang memiliki kompetensi memadai diharapkan mampu mendidik para siswa menjadi manusia produktif saat Indonesia mengalami bonus demografi ke depan.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah sudah mengupayakan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru.

Dua program yang gencar dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi dan tunjangan profesi guru. Namun keduanya tidak lepas dari permasalahan.

“Keterbatasan dana pemerintah dalam membiayai peserta sertifikasi serta beban waktu dan tanggung jawab guru merupakan beberapa masalah utama yang tengah dihadapi kini. Guru diwajibkan untuk mengikuti program sertifikasi yang berlangsung di kampus selama lima minggu. Hal ini membuat pihak sekolah harus mencari pengganti kekosongan guru di sekolahnya. Alhasil ada segelintir guru yang harus rela mengundurkan diri dari sekolah untuk mengikuti program sertifikasi ini. Lagi-lagi siswa yang dikorbankan,” ujar Pandu, melalui keterangan tertulis, Jumat (5/10/2018).


Fahri Hamzah Singgung Mahfud MD soal Gagal Jadi Cawapres: Kalau Istana Sebar Hoaks Siapa Dipidana?

Pembuang Sampah dari Mobil PT Pos Indonesia di Bandung Divonis Bersalah

Pandu mengatakan, selain banyaknya jumlah guru yang belum mendapat sertifikasi, mengakibatkan guru-guru belum memiliki hak untuk menerima tunjangan profesi yang telah disediakan pemerintah.

Pasalnya, masih banyak guru yang belum memiliki pendapatan yang memadai, sehingga kesejahteraan guru belum sepenuhnya terjamin.

Halaman
12
Penulis: Ery Chandra
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved