Pemilihan Rektor Unpad

Calon Rektor Unpad Obsatar Sinaga Klarifikasi Isu KDRT

Penasihat hukum calon rektor Unpad Obsatar Sinaga, Bintang Yalasena, mengklarifikasi atas isu negatif kliennya tersebut.

pilrek.unpad.ac.id
Tiga calon rektor UNPAD, Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penasihat hukum calon rektor Unpad Obsatar Sinaga, Bintang Yalasena, mengklarifikasi atas isu negatif kliennya tersebut.

Klarifikasi tersebut diterima Tribun Jabar melalui pesan Whatsapp, senin (1/10/2018).

Bintang Yalasena juga menyertakan surat polisi (29/3/2002), perihal KDRT yang telah dicabut.

Pada poin pertama, dijelaskan perihal masalah KDRT sudah dicabut karena adanya itikad baik dari dari kedua belah pihak dan terdapat azas nebis in idem.

Nebis in idem adalah azas yang mengatur sebuah perbuatan tidak boleh dilakukan kedua kalinya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal dari perilaku Ernawanti (mantan istri Obsatar) yang dianggap tidak hormat kepada ibu dari Obsatar (Alm Sumarni), sehingga menimbulkan kesakitan pada Ibundanya sampai terkena penyakit stroke. Mantan istrinya juga berbicara kasar hingga menyebabkan ibu Obsatar meninggal dunia.

Isu Ratna Sarumpaet Dipukuli, Mahfud MD: Dokter Bilang Lukanya Aneh, Kalau Mainan Politik Kita Kutuk

Warga Cikalongkulon Resah Ada Perusahaan Datang Hendak Membeli Puluhan Hektare Sawah di Tiga Desa

Bintang menjelaskan, hal itu membuat Obsatar marah, namun tidak lantas melakukan pemukulan, demikian hal itulah yang menyebabkan dimulainya keretakan dalam rumah tangga Obsatar bersama mantan istri Ernawanti.

Maka, kata Bintang, sangat wajar perceraian terjadi karena perilaku Ernawanti yang keras dan sering bertutur kata kasar.

Dalam surat pernyataannya, Bintang juga menjelaskan apabila karakter Obsatar keras, maka tentunya istri yang sah saat ini juga akan diperlakukan sama.

Namun, menurut Bintang pernikahan saat ini lebih harmonis, penuh cinta, sakinah, mawaddah, dan warahmah. Bahkan Obsatar mengaku lebih bahagia dan nyaman dengan keluarganya yang baru.

Sedangkan, mengenai isu tinggal serumah dengan seorang mahasiswi, kata Bintang, tidak ada bukti yang kuat berdasarkan KUHAP.

Dapat Hukuman Berat dari PSSI, Ternyata Persib Bandung Bukan Tim Terkotor

Liga 1 Kembali Digelar 5 Oktober 2018, Menpora Imam Nahrawi Beri Syarat

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved