Gempa Donggala

Rumah Zakat Kirim Bantuan 4 Gelombang bagi Korban Gempa Palu dan Donggala, Siap Bangun Desa Berdaya

Kedepannya, Rumah Zakat akan mendirikan desa berdaya dengan program-program pemberdayaan yang terintegrasi di bidang . . .

Rumah Zakat Kirim Bantuan 4 Gelombang bagi Korban Gempa Palu dan Donggala, Siap Bangun Desa Berdaya
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
CEO Rumah Zakat Nur Effendi (tengah) bersama jajarannya melihat proses terjadinya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala pada konferensi pers Aksi Peduli Bencana Palu-Donggala di Kantor Rumah Zakat Cabang Bandung, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (1/10/2018). Rumah Zakat melakukan aksi peduli bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dengan mengirimkan 13 orang tim evakuasi, 5 orang tim medis, 2 unit ambulans, 1 mobil klinik, bantuan logistik dan 100 ribu kornet SuperQurban dan siaga pangan. Penanganan aksi ini dibagi dalam empat gelombang yang disesuaikan dengan kondisi dan fase bencana di lapangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gempa 7,4 SR yang terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat (28/9) lalu, membangkitkan tsunami di beberapa wilayah pantai Donggala dan pantai Talise, Palu.

Akibatnya, berdasarkan data BNPB per 29 September 2018 pukul 13.00 WIB, 832 orang meninggal, 580 orang mengalami luka berat, ribuan rumah hancur dan 16.732 orang terpaksa mengungsi di 24 lokasi.

Merespons kejadian ini, Rumah Zakat mulai melakukan sejumlah langkah, di antaranya adalah dengan mengirimkan relawan sejak Jumat malam.

Relawan dikirim dari 8 provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sumatera Barat.

Tsunami Palu: Air Laut Ternyata Menerjang sampai 3 KM ke Daratan

Hanya 2 Jam, Ikatan Jurnalis Cimahi-KBB Kumpulkan Rp 10 Juta untuk Korban Gempa Palu dan Donggala

Chief Program Officer, Murni Alit Baginda mengatakan bahwa relawan yang dikirim terdiri dari tim evakuasi dan tim medis.

Rinciannya adalah 13 anggota tim evakuasi, 5 anggota tim medis, 2 unit ambulans, 1 mobil klinik, bantuan logistik hingga pengiriman 100.000 kornet Superqurban dan siaga pangan.

“Fokus bantuan kami di masa tanggap darurat ini adalah evakuasi, rapid assessment, layanan medis, bantuan logistik, layanan dapur umum dan layanan kebersihan,” terang Murni dalam sesi konferensi pers Aksi Peduli Bencana Sulawesi Tengah di Kantor Rumah Zakat Perwakilan Jabar, Senin (1/10).

Menurut Murni, untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah mulai dari masa tanggap darurat hingga masa recovery dan rehabilitasi, Rumah Zakat membuat empat gelombang tahapan aksi penanganan bencana yang disesuaikan dengan kondisi dan fase bencana di lapangan.

Pada Gelombang pertama, Rumah Zakat mengirimkan relawan untuk membantu evakuasi, assessment, pelayanan medis, penyaluran logistik, dan layanan dapur umum, serta mengirimkan ambulans serta mobil klinik.

Di Gelombang II, penanganan bencana ditambah dengan penyediaan pos pengungsian, mesjid darurat, toilet komunal dan layanan psikososial.

Sementara Gelombang III yang bertepatan dengan masa recovery, Rumah Zakat akan mulai mendirikan hunian sementara, penyiapan sekolah darurat dan penyediaan layanan kesehatan.

"Dan di Gelombang IV atau masa rehabilitasi, selain masih terus menyediakan hunian sementara dan sekolah darurat, kami juga akan mulai melakukan pendampingan ekonomi untuk warga terdampak. Kedepannya kami berencana akan mendirikan desa berdaya dengan program-program pemberdayaan yang terintegrasi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan, agar warga terdampak dapat kembali pada kehidupannya seperti sebelum terjadi bencana," tutur Murni. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved