Minggu, 12 April 2026

KPU Targetkan Kenaikan Partisipasi Pemilih di Pilpres 2019, Ini Strateginya

Kabupaten Bandung memiliki luas wilayah yang sangat luas dengan jumlah pemilih yang cukup banyak sekitar 2 juta jiwa, kedua setelah Kabupaten Bogor.

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Seli Andina Miranti
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung meminta para pengurus partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 mendatang untuk ikut melakukan langkah pencermatan Daftar Pemilih Tetap l (DPT).

Komisioner KPU Kabupaten Bandung, Asep Wanda mengatakan, peran pengurus parpol dan semua stekholder sangat besar dalam membantu menyukseskan pesta demokrasi yang akan digelar tahun depan.

"Kami hari ini menggelar rakor mengumpulkan pimpinan parpol dan tokoh masyarakat, agar mereka ikut mencermati daftar pemilih agar betul-betul bersih dan aktual," ujar Asep saat ditemui usai rakor, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, dengan merangkul pengurus parpol bisa menjadi strategi agar Pemilu 2019 nanti berjalan tanpa hambatan. Cara ini juga sebagai pendorong menaikan partisipasi pemilih di Kabupaten Bandung.

"Teman-teman parpol, ormas, dan stakeholder yang lain dapat menggiring masyarakat agar mereka sadar untuk melapor dan mengecek dirinya sudah tercatat sebagai pemilih di Kabupaten Bandung atau belum," katanya.

Asep mengatakan, Kabupaten Bandung memiliki luas wilayah yang sangat luas dengan jumlah pemilih yang cukup banyak sekitar 2 juta jiwa, kedua setelah Kabupaten Bogor. Hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi KPU terutama dalam masalah sosialisasi.

"Oleh karena itu kami dari KPU, berharap ada peran serta stakeholder lain agar informasi dan sosialisasi bisa lebih merata. Mengawal dan mengawasi DPT, serta mendukung agar partisipasi pemilih meningkat," ajaknya.

Ratna Sarumpaet Babak Belur Dianiaya di Bandung, Mahfud MD: Sungguh Biadab, Pelaku Harus Diadili

Asep optimis tingkat partisipasi masyarakat di Pilpres dan Pileg 2019 nanti bisa meningkat di atas 76 persen dengan meningkatkan beberapa strategi demi meningkatkan partisipasi pemilih.

"Di Pilkada Jabar 2018 kemarin partisipasi pemilih sekitar 76 persen naik dari sebelumnya. Setidaknya untuk Pemilu 2019 persentasenya bisa di atas itu," katanya.

Salah satu cara yang dilakukan KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih, di antaranya peluncuran Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP). KPU juga akan lebih memasifkan teknis sosialisasi, merangkul beberapa elemen agar pemilih di Kabupaten Bandung terpanggil untuk mengeluarkan hak suaranya.

Untuk meminimalisir kebingungan pemilih karena harus mencoblos 5 surat suara untuk memilih capres, calon wakil rakyat di DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, KPU pun akan intens menggelar bimtek untuk mencegah human eror.

"Karena bukan hanya pemilih saja, masalah lima surat suara sekaligus itu membuat bingung petugas KPPS," pungkasnya.

Komdis PSSI Persilakan Persib Bandung Banding

Siap Hadapi Persaingan Global, AIPViKI Jabar-Banten Hadiri Konferensi Internasional di Malaysia

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved