Gempa Donggala
Gempa Palu- 2 Hari Terhimpit Beton Reruntuhan Hotel Roa Roa, Fitri Selamat karena Kasur
Keberadaan Fitri di balik reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa berawal dari suara minta tolong pada Minggu sore.
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID- Gempa 7,4 Magnitudo di Palu, Sulawesi Tengah, menghancurkan banyak bangunan, Jumat (28/9/2018).
Satu di antaranya adalah Hotel Roa Roa di Maesa, Kelurahan Lolu Timur, ambruk.
Dilansir Kompas.com, tamu dari 24 kamar di hotel yang total punya 50 kabar ini sudah dievakuasi.
Nasib tamu di 26 kamar lain belum jelas. Hingga pukul 09.00 WIB pada Minggu (30/9/2018), tercatat 6 orang selamat dan 1 korban ditemukan tewas.
Pada Minggu (30/9/2018), harapan kembali muncul. Masih ada korban selamat yang dievakuasi dari reruntuhan Hotel itu.
Dikutip dari Kompas TV, korban selamat itu bernama Fitri asal Lampung.
• Cerita Putra DN Aidit Soal Detik-detik Ditinggal Orang Tuanya, Pembantu pun Langsung Kabur
• Komentar Bos Persija Jakarta Soal Deklarasi Rivalitas Tanpa Kekerasan Pascakasus Haringga Sirla
Meski dua hari tertimbun reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa, ia bisa dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim Basarnas.
Selanjutnya, tim Basarnas membawa Fitri ke RS Bhayangkara Palu untuk perawatan lebih lanjut.
Berawal dari suara minta tolong
Keberadaan Fitri di balik reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa berawal dari suara minta tolong pada Minggu sore.
Sekitar pukul 17.00 (Wita), kami mendapat laporan ada satu korbam yang masih hidup di lantai 2," ujar ketua tim penyelamat, Retno Budiharto, saat diwawancara Kompas TV, Minggu malam.
Mendapat laporan itu, tim dari Basarnas pun segera mengirim tim untuk menggali dan menemukan sumber suara.
Menurut Retno Budiharto, evakuasi itu dilakukan secara bergantian.
"Satu tim 4 orang. Setiap 1 jam diganti 4 orang lagi," kata Retno Budiharto.
Evakuasi secara manual itu pun berakhir sekitar pukul 20.00 Wita.
Indonesia Diguncang Gempa, Benarkah Hewan Bisa Prediksi Gempa? https://t.co/TCIKXsuGMA via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 30, 2018
Diselamatkan kasur
Lalu, bagaimana Fitri bisa selamat meski ditimpa reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa.
Retno Budiharto menyebut, saat ditemukan tim Basarnas, Fitri sedang dihimpit beton.
Di antara beton dan tubuh Fitri, ada kasur.
"Korban terhimpit beton yang menimpa kasur korban. Korban diselamatkan kasur," kata Retno Budiharto.
Setelah proses evakuasi itu, tim Basarnas menanyakan Fitri untuk mengetahui kondisi korban asal Lampung itu.
"Kami wawancara untuk memberi semangat hidup untuk korban," ujar Retno Budiharto.
Memberi harapan
Proses evakuasi Fitri memberikan harapan terkait masih ada korban selamat di balik reruntuhan Hotel Roa Roa.
Sejauh ini, belum ada informasi jelas mengenai jumlah tamu belum sempat dievakuasi di 26 kamar di hotel itu.
Menurut reporter Kompas TV, Nana Rahundana, hingga Minggu (30/9/2018) pukul 20.00 Wita, belum ada alat berat di lokasi reruntuhan Hotel Roa Roa.
Pencarian korban dilakukan secara manual serta pencahayaan seadanya.
Tim Basarnas akan melanjut pencarian korban di reruntuhan Hotel Roa Roa.
"Selanjutnya, kami breafing serta evaluasi proses evakuasi korban selamat ini," kata Retno Budiharto.
Menurutnya, ada tim yang total terdiri dari 60 orang terus melakukan pencarian di lokasi reruntuhan hotel itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/roa-roa_20180930_130452.jpg)