Peristiwa G30S PKI

DN Aidit Miliki Suara Bagus dan Peduli Pada Masjid

Dalam kesempatan wawancara dengan Tribun Jabar, di sebuah kawasan di Kota Bandung, Jawa Barat, Ilham Aidit, anak keempat DN Aidit, bercerita tentang m

Penulis: Ery Chandra | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/ Ery Chandra
Putra bungsu mantan pemimpin PKI, Dipa Nusantara (DN) Aidit, Ilham Aidit saat diwawancara oleh Tribunjabar.id, di Kota Bandung, Minggu (30/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Cerita yang tak banyak diketahui oleh sebagian masyarakat adalah mantan Ketua Umum Partai Komunis Indonesia (PKI), Dipa Nusantara (DN) Aidit, mempunyai suara yang merdu serta sangat perhatian dengan kondisi masjid di kampung kelahirannya, di Belitung.

Hal itu disampaikan Ilham Aidit, anak keempat DN Aidit, saat bercerita tentang masa kecil hingga remaja sosok ayahnya tersebut, kepada Tribun Jabar.

Ilham mengatakan stigma dan cerita yang melekat tentang ayahnya itu, sangat berbeda jauh dibandingkan dengan yang dipikirkan tentang Aidit.

Menurutnya, sang ayah merupakan orang yang taat beragama semasa masih tinggal di kampung halamannya.

Bahkan, kata Ilham, kesalehan DN Aidit tak perlu diragukan.

"Waktu saya berkunjung ke kampung, banyak yang bilang sampai dengan umur 15 tahun, DN Aidit adalah seorang yang sangat rajin memperbaiki masjid. Itu ciri khasnya dia," ujar Ilham, kepada Tribun Jabar, di Kota Bandung, Minggu (30/9/2018).

Gempa Palu, Ibu Hamil 9 Bulan Sempat Terpental Dua Kali, Kemudian Langsung Pergi ke Makassar

Pasca Tewasnya Haringga Sirila, Ini 4 Imbauan Viking Persib Club

Menurut Ilham, pada saat kawan-kawan seusianya itu hobi bermain sepak bola, layang-layangan, dan permainan khas kampung lainnya, DN Aidit muda terlihat berbeda. Ia sangat rajin mengumpulkan sejumlah uang dicelengan kaleng untuk keperluan memperbaiki Masjid.

Ilham mengaku orang-orang yang mengetahui masa kecil sang ayah, banyak bercerita kepada dirinya. Ilham juga mengatakan, ia diceritakan bahwa suara DN Aidit sangat bagus sehingga sering mengumandangkan azan di masjid

"Selain itu dia seorang bilal yang bagus dalam melantunkan azan. Itu terkenal sekali dikampung kami," ujar Ilham.

Ketika itu DN Aidit pada usia 15 tahun, berangkat merantau ke Jakarta untuk mendapat pendidikan yang lebih baik, sehingga masuk ke sebuah sekolah dagang bernama Handelsschool.

Kini Ilham adalah satu-satunya anak DN Aidit yang masih menetap di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ilham Aidit bekerja sebagai arsitektur.

Kebakaran Alang-alang Hampir Membakar Rumah Warga di Antapani

Korban Tewas Akibat Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah: Palu 821 Orang dan Donggala 11 Orang

Data BNPB, Korban Jiwa Gempa dan Tsunami Sulteng jadi 832 Orang, Kemungkinan Bertambah

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved