18 Klub Liga 1 2018 Minta PSSI Terapkan Regulasi 5 Persen Penonton Tim Tamu

Sebanyak 18 klub sepak bola yang bertanding di Liga 1 2018 meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menerapkan regulasi kuota 5 persen

18 Klub Liga 1 2018 Minta PSSI Terapkan Regulasi 5 Persen Penonton Tim Tamu
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: The Macz Man dan Bobotoh 

TRIBUNJABAR.ID, MALANG - Sebanyak 18 klub sepak bola yang bertanding di Liga 1 2018 meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menerapkan regulasi kuota 5 persen bagi tim tamu yang sedang bertanding.

Dilanisr Kompas.com, Hal itu untuk meminimalisir terjadinya kekerasan di antara para pendukung sepak bola. Melalui regulasi tersebut, tuan rumah harus memberikan kuota 5 persen kepada suporter tim tamu.

Terutama dalam laga krusial dengan rivalitas suporter yang sangat tinggi.

Prediksi Line Up Timnas U-16 Indonesia Vs Australia di Piala Asia U-16 2018, Peluang Menang Terbuka

Nasib 7 Atlet Paralayang yang Nginap di Hotel Roa Roa Saat Gempa Palu Belum Diketahui

Penerapan kuota 5 persen tersebut dianggap dapat mencegah terjadinya kekerasan di kalangan suporter meski panitia pelaksana pertandingan harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk pengamanan.

"Kepada klub tuan rumah supaya melakukan regulasi untuk memberikan akses kepada suporter lawan secara bertahap. Akses 5 persen wajib bagi tim tamu. Tapi akses itu tidak sembarangan," kata manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro, dalam sesi jumpa pers di Surabaya, Sabtu (05/05/18), perihal konflik timnya dengan striker Cristian Gonzales.
Manajer Madura United, Haruna Soemitro, dalam sesi jumpa pers di Surabaya, Sabtu (05/05/18), perihal konflik timnya dengan striker Cristian Gonzales. (BOLASPORT.com/Suci Rahayu)

Haruna bertindak sebagai juru bicara 18 klub dalam laga amal Arema FC kontra Madura United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (29/9/2018) malam.

CEO Arema FC yang juga kepala staf ketum PSSI, Iwan Budianto, mengatakan bahwa kuota 5 persen untuk pendukung tim tamu akan menimbulkan pembiayaan yang besar dalam laga - laga tertentu.

Namun, penerapan kuota 5 persen akan mencegah terjadinya aksi kekerasan suporter.

"Kalaupun itu dilakukan, mungkin dengan beban biaya yang cukup besar bagi tuan rumah pada pertandingan-pertandingan tertentu. Tapi itu pasti akan meminimalisir adanya kekerasan," ujarnya.

Pascagempa Donggala dan Tsunami Palu, Warga Ramai-ramai Ambil BBM Langsung dari Tangki Milik SPBU

"Kenapa di sepak bola luar negeri yang tingkat pendidikannya lebih tinggi, yang tingkat ekonominya lebih mapan, rivalitas itu bukan tidak ada, ada di mana-mana. Tapi tentu rivalitasnya dengan bentuk mereka saling adu kreativitas koreografi di stadion tempat timnya bertanding," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved