Kota Bandung Belum Siap Terapkan Sistem Ganjil Genap, Kata Kasatlantas Polrestabes Bandung

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina menjelaskan pihaknya. . .

Kota Bandung Belum Siap Terapkan Sistem Ganjil Genap, Kata Kasatlantas Polrestabes Bandung
daniel damanik/tribun jabar
Ilustrasi: Arus lalu lintas dari arah jembatan layang Pasupati Bandung menuju gerbang tol Pasteur, terpantau padat, Sabtu (30/6/2018). Lajur sebelah kanan adalah arus menuju Gerbang Tol Pasteur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina menjelaskan pihaknya sudah mendapat tembusan dari wali kota Bandung terkait pemberlakuan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap di Kota Bandung.

"Kalau obrolan sudah, tapi kalau ujug-ujug menerapkan ya sulit. Teknisnya harus detail, mulai dari lokasi, sarana prasarana dan transportasi umumnya memadai," ujar Agung di Jalan Jawa‎, Kota Bandung Jumat (29/9/2018).

Ia berpendapat, saran wali kota Bandung untuk mengurangi kemacetan itu perlu diapresiasi.

Hanya saja, perlu pertimbangan matang dalam pelaksanaannya.

"Ya bagus saja, tapi harus mulai ada transportasi umum, jangan sampai ada kebijakan itu tapi enggak ada ‎solusi," ujar Reza.

Ia berpendapat, jika melihat karakteristik Kota Bandung, maka pemberlakuan ganjil genap itu terbilang cocok untuk membatasi jumlah kendaraan.

"Cuma tidak bisa langsung serentak, paling di jalur prioritas yang paling sering macet," kata dia.

Sehingga, untuk mengetahui itu, dia berpendapat uji coba terhadap rencana itu boleh saja dilakukan. Tribun menyontohkan, misalnya di Jalan Ahmad Yani atau Asia Afrika.

"Diuji cobakan bisa saja‎ karena kedua jalan itu yang padat. Tapi kalau mau diterapkan, itu tidak ada dalam Undang-undang Lalu Lintas, jadi harus ada peraturan daerah, kalau melanggar kan perlu ada sanksi. Jadi kalau uji coba tapi enggak ada sanksi ya percuma," ujarnya.

Wali kota Bandung sendiri menyarankan kebijkan itu bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Boleh saja, tapi kami sarankan di ruas itu ada sarana transportasi. Di Jakarta pun semua ruas jalan ada jalur alternatif untuk melintas," kata Reza.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved