Ini Pentingnya Program English for Ulama yang Digagas Ridwan Kamil, Kata Sekum MUI Jabar

Sekum MUI Jabar, Rafani Akhyar, menilai program English for Ulama yang digagas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merupakan . . .

Ini Pentingnya Program English for Ulama yang Digagas Ridwan Kamil, Kata Sekum MUI Jabar
Instagram @ridwankamil
ulama belajar bahasa inggris 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Akhyar, menilai program English for Ulama yang digagas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merupakan program yang penting.

Menurutnya, saat ini problematika dakwah, terutama dalam Islam, memang bersifat global.

"(Program English for Ulama) penting, jelas penting. Bukan berarti mengabaikan dakwah dalam negeri, tapi Islam ini kan global. Problematika dakwah itu global. Tidak bisa fokus dalam negeri saja. Itu berkaitan," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (28/9/2018).

Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar saat ditemui di kantornya, Jalan L.L.RE. Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).
Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar saat ditemui di kantornya, Jalan L.L.RE. Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018). (Tribun Jabar/Yongky Yulius)

Lebih lanjut Rafani menjelaskan, berdasarkan pertemuan MUI Jabar dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beberapa waktu lalu, didapat soal pemahaman barat mengenai Islam.

Dikatakannya, orang-orang barat, banyak salah paham terhadap Islam.

"Kalau dari hasil lisan (pertemuan beberapa waktu lalu). Jadi kan orang barat itu banyak salah paham terhadap Islam. Sementara dari kalangan kita (Islam) belum banyak yang mampu memberikan penjelasan yang tepat, bahwa Islam agama yang damai, agama yang santun, atau agama yang Rahmattan lil alamin," ujarnya.

Hal itulah yang mendasari diperlukannya dakwah oleh ulama Indonesia di luar negeri, namun dengan bahasa yang dipahami oleh orang-orang di negara tersebut.

Tak hanya itu, kata dia, ulama yang nantinya berdakwah di luar negeri, selain harus paham Bahasa Inggris, juga harus paham mengenai isu aktual keagamaan yang sifatnya global.

"Ini yang diperlukan (pemahaman Islam agama yang damai) tapi dengan bahasa mereka (barat). Jadi kita sudah punya konsep Islam yang damai, yang santun, yang bermuara pada Rahmattan lil alamin. Ini harus disampaikan ke barat, tapi dengan bahasa mereka," ujar Rafani.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved