Keluarga

Bukan Mainan Mahal, Orang Tua Harus Tahu, Ini yang Dibutuhkan Anak untuk Bahagia!

Anak akan merasa bahagia saat melakukan aktivitas bersama keluarganya, sedangkan orang tua hanya fokus pada fasilitas

Bukan Mainan Mahal, Orang Tua Harus Tahu, Ini yang Dibutuhkan Anak untuk Bahagia!
Dokumen Pribadi Lely & Habibie
ILUSTRASI ---Keluarga Lely dan Habibie bersama keenam anak mereka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa ibu yang bekerja kantoran, ketika hari libur seringkali membelikan banyak mainan kepada anaknya.

Kebiasaan memberi mainan menjadi hal yang biasa karena munculnya rasa bersalah telah meninggalkan anak ketika pagi hingga malam hari.

Pola asuh anak seperti ini sebenarnya tidak dianjurkan untuk anak, hal ini diungkapkan oleh Psikolog Elizabeth Santosa, saat mengisi workshop Grow Happy yang diadakan oleh Nestle Lactogrow.

"Anak akan merasa bahagia saat melakukan aktivitas bersama keluarganya, sedangkan orang tua hanya fokus pada fasilitas yang diberikan," ujar Elizabeth di Jalan Banda No 26, Jumat (28/9/2018).

Nih Manfaat Mentimun untuk kesehatan yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Elizabeth mengatakan bahwa anak-anak tidak pernah tahu harga mainan yang mereka miliki. Anak hanya tahu ketika bermain, Ia merasa senang.

Anak bahkan akan merasa senang jika diajak bermain hanya modal kertas. Cara membuat anak bahagia tak mesti memiliki fasilitas yang mahal.

"Yang penting bagi anak adalah adanya keterlibatan, adanya komunikasi yang dilakukan oleh orang tuanya kepada dirinya," ujar Elizabeth.

Elizabeth memaparkan banyak orang tua yang menemani anaknya dalam setiap kegiatan, namun tidak ada interaksi di dalamnya.

Beberapa Manfaat Pepaya untuk Kesehatan yang Belum Anda Ketahui

Misalnya saja, ketika anak menonton televisi banyak orang tua yang tidak tahu karakter yang ada di film tersebut.

"Ketika anak mengajak berbicara, orang tua juga harus fokus mendengarkan, jangan ada distraksi sehingga fokus anak teralihkan," jelasnya.

Ketika orang tua tidak mendengarkan, atau hanya mengatakan iya saja, tanpa adanya tatap mata, anak akan merasakan, jadi berhati-hatilah.

Caption :Psikolog Elizabeth Santosa, saat mengisi workshop Grow Happy yang diadakan oleh Nestle Lactogrow.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved