Dinilai Curi Start Kampanye di Media Massa, Caleg Golkar Ini Terancam Hukuman Pidana

Kami mengetahui adanya kampanye di koran itu. Sekarang belum diperbolehkan kampanye di media massa, sebab KPU sudah menentukan jadwalnya.

Penulis: Haryanto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Karikatur Caleg 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Bawaslu Purwakarta menemukan adanya seorang calon anggota legislatif Provinsi Jawa Barat yang berkampanye di sebuah koran.

Berita tentang caleg dapil 10 dari partai Golkar itu di koran yang terbit pada Rabu (26/9/2018) itu dinilai memenuhi unsur kampanye.

Hal itu dikonfirmasi Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubal Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos saat ditemui di kantornya, Sindangkasih, Purwakarta.

"Kami mengetahui adanya kampanye di koran itu. Sekarang belum diperbolehkan kampanye di media massa, sebab KPU sudah menentukan jadwalnya. Nanti ada waktunya," kata Binos.

Arema FC dan Madura United Gelar Laga Amal untuk Didonasikan ke Keluarga Haringga Sirla

Gantikan Guru Honorer yang Mogok Massal, Sejumlah Polisi di Blitar Mengajar di Sekolah-sekolah

Oyang Este Binos menjelaskan bahwa jika mengacu pada Pasal 492 UU No 7 Tahun 2017, Caleg atas nama Sti Rahayu Agustina itu dapat dikenakan pidana.

Sebab, aturan perundang-undangan tersebut berisikan aturan bagi orang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan KPU.

Bila terbukti caleg dapil 10 itu melakukan kampanye dengan sengaja, kata Oyang Este Binos, bisa dipidana penjara maksimal satu tahun dan denda maksimal Rp 12 juta.

"Akan ada ancaman pidana bagi pelaku yang kampanye di media massa di luar jadwal yang telah ditentukan, yaitu 21 hari sebelum masa tenang," ucapnya.


Sebagai Bawaslu tingkat kabupaten, pihaknya akan berkonsultasi kepada Bawaslu Jawa Barat untuk mekanisme penanganannya.

Status caleg tersebut sebagai calon legislatif untuk DPRD Provinsi Jawa Barat di dapil Purwakarta dan Karawang.

Selain itu juga, koran yang menerbitkan kampanye Sri tersebut berkantor di Bekasi, serta tersebar di beberapa wilayah, antaranya yakni Bekasi, Karawang, dan Purwakarta

"Oleh karena itu, untuk teknis penanganannya kami akan koordinasi dan konsultasi dulu tapi kampanye itu tetap kami jadikan temuan," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved