Pemkot Tasikmalaya Temukan Kesulitan dalam Merealisasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Dia mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan pendekatan agar wacana tersebut dapat terlaksana.

Pemkot Tasikmalaya Temukan Kesulitan dalam Merealisasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Tribun Jabar/Isep Heri
Suasana audiensi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi bersama Pemkot Tasikmalaya di Aula Bale Kota Tasikmalaya, Senin (24/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Untuk menekan pengalihan fungsi lahan pertanian di Kota Tasikmalaya, Pemkot Tasikmalaya mewacanakan membuka Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Menurut Wakil Walikota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, bahkan pihaknya telah merencanakan mempersiapkan 1002 hektare lahan dari 6 ribu hektare yang ada yang diperuntukan sebagai LP2B.

Akan tetapi dalam merealisasikan hal itu diakui Yusuf menemui kesulitan, di antaranya patung hukum serta respon dari masyarakat.

"Perlu ada perda dan kesulitannya adalah pembebasan lahan dengan masyarakat yang tanahnya berada di kawasan LP2B," kata Muhammad Yusuf, di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (24/9/2018) Siang.

Dia mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan pendekatan agar wacana tersebut dapat terlaksana.

"Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana supaya masyarakat pemilik lahan ini bisa membantu pelaksanaan LP2B, apakah caranya memberikan insentif, memberikan sarana prasarana atau kami membebaskan pajak bumi bangunnanya," kata dia.

Ulah Marc Marquez Disebut jadi Penyebab Kecelakaan, Jorge Lorenzo: Balapan Saya Rusak

Pesan Perdamaian Mario Gomez untuk Suporter Klub Sepakbola di Indonesia

Sebelumnya, ratusan mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Negeri Siliwangi melakukan unjuk rasa di Bale Kota Tasikmalaya.

Koordinator aksi, Agus Yunianto menjelaskan tuntutan para mahasisiwa pertanian Unsil adalah mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya mempercepat pembuatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

"Kami mendesak kepada pemkot agar LP2B segera direalisasi, agar ke depannya penekanan terhadap alih fungsi lahan segera terlaksanakan," jelasnya saat ditemui di lokasi.

Pasalnya, berdasarkan data mahasiswa,selama 8 tahun terakhir ada sekitar 191 lahan pertanian yang mengalami alihfungsi.

"Pertanian di Kota Tasikmalaya sangat miris sekali, kami melihat selain banyak alihfungsi lahan banyak juga irigasi yang sudah tidak berfungsi karena pengelolaannya yang tidak ada. Termasuk sumber air yang saat ini bergantung dari satu mata air itu untuk kebutuhan air minum yang hanya ada di Tamansari," tuturnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved