Ketangkasan Adu Doma Jadi Hiburan Warga Cianjur, Harga Domba Pun Naik
Seni ketangkasan yang diiringi musik tradisional dan sinden ini rutin dilaksanakan di Cianjur khususnya di kawasan Kecamatan Gekbrong.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seni ketangkasan domba menjadi ajang hiburan tradisional warga Cianjur dan jadi ajang silaturahmi para pencinta seni ketangkasan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Seni ketangkasan yang diiringi musik tradisional dan sinden ini rutin dilaksanakan di Cianjur khususnya di kawasan Kecamatan Gekbrong.
Bertempat di sebuah lapangan, domba dari berbagai daerah berjejer siap bertanding dengan domba lainnya. Badannya terlihat tegap dengan ciri khas tanduk yang melingkar besar.
Di tengah lapangan dewan juri dan beberapa penari mengiringi seni ketangkasan domba ini. Tepuk riuh penonton terdengar saat domba jagoan mereka menang.
• Fadli Zon: PSI Cari Sensasi, Partai Seperti Itu Supaya Dapat Pengakuan
Kali ini sebanyak 200 domba dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti adu ketangkasan di pamidangan H Dadang Rauf, Kampung Jati, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Minggu (23/9/2018).
Ketua Panitia penyelenggara Asni Aprianti mengatakan, lomba yang merupakan perpaduan antara ketangkasan dan seni pertunjukan itu sudah menjadi agenda rutin.
Seni ini tak hanya diminati warga Garut tempat domba ketangkasan ini terkenal, namun seiring waktu warga lainnya juga menekuni seni dan berkembang di masyarakat Jabar.
"Lomba kali ini diikuti peserta dari Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Ciamis, Bogor, Garut dan kabupaten lainya yang ada di Jawa Barat," katanya.
• Gerindra Resmi Calonkan Mohamad Taufik jadi Wagub DKI Jakarta yang Ditinggal Sandiaga Uno
Menurutnya, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, selain dapat mempererat tali silaturahmi dengan para peternak domba di Jawa Barat khususnya, juga dapat meningkatkan harga jual domba.
“Kami ingin mengembangkan seni ketangkasan adu domba agar tetap bisa bersaing dengan kesenian yang lainnya sekaligus untuk mempererat tali persaudaraan di antara peternak domba dan kambing di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Asni mengatakan, lomba dibagi menjadi beberapa kelas, mulai kelas A hingga C.
“Kelas A untuk kelas berat, kelas B kelas menengah, dan kelas C untuk kelas ringan," katanya.
Ia mengatakan, aturan yang di terapkan pada adu ketangkasan ini sangat ketat. Hal ini dilakukan agar domba tidak tersakiti.
• Hujan Badai Robohkan Rumah Aas di Cicendo Bandung, Begini Kronologinya
"Dalam pertandingannya dipimpin oleh seorang wasit serta diawasi dewan juri, jumlah serangan maksimal yang diperbolehkan hanya 20 kali pukulan," katanya.
Asni mengatakan, untuk kriteria juara ditentukan oleh kualitas tandukan, gaya bertanding, ketangkasan, keindahan fisik, dan kelincahan.
"Dalam pertandingan yang juga diiringi musik tradisional gendang pencak, para peserta memperebutkan hadiah utama yaitu seekor sapi," katanya.
Selain sapi, ada hadiah hiburan elektronik lainnya yang sudah menjadi kebiasaan diberikan sebagai penghargaan kepada domba domba terbaik.(fam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seni-ketangkasan-domba-menjadi-ajang-hiburan-tradisional-warga-cianjur_20180924_143026.jpg)