Breaking News:

Ribuan Tenaga Honorer Purwakarta Long March, Menyerukan Merasa Dilecehkan Karena Tidak Sejahtera

Ribuan tenaga honorer dari seluruh instansi pemerintahan Kabupaten Purwakarta melakukan long march sepanjang dua kilometer sambil . . .

Penulis: Haryanto | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Haryanto
Ribuan tenaga honorer di Purwakarta melakukan aksi long march, Sabtu (22/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ribuan tenaga honorer dari seluruh instansi pemerintahan Kabupaten Purwakarta melakukan long march sepanjang dua kilometer sambil menyerukan soal kesejahteraan bagi pengabdiannya selama ini.

Sekitar 2.400 tenaga honorer berjalan kaki dari halaman Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta menuju Taman Surawisesa, Nagri Tengah, Purwakarta, Sabtu (22/9/2018).

Di sela aksi damainya, Ketua Koordinator Aksi, Masrifah mengungkapkan tuntutannya agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Mendikbud Muhadjir Effendy Ungkap Solusi tentang Persoalan Guru Honorer

Valentino Rossi Ungkap Pernyataan Begini Terkait Performa Yamaha Sedang Anjlok di MotoGP

"Aksi ini untuk menunjukan bahwa kami tenaga honorer, ada di Indonesia, ada di Kabupaten Purwakarta, dan jumlah kami sangat banyak. Sehingga kami meminta kesejahteraan, juga upah yang layak kepada pemerintahan," kata Masrifah.

Ia pun berharap bahwa pemerintah bisa menyanggupi dan merealisasikan permintaan dan hak kami.

Peningkatan upah honorer, kata dia, akan juga bisa meningkatkan kesejahteraan.

Masrifah menyebutkan bahwa rata-rata upah tenaga honorer yang diterima pihaknya bervariasi. Perbulannya mulai dari Rp 300 ribu, hingga Rp 1juta, namun jika dirata-rata hanya Rp 500 perbulan.

Gatot Nurmantyo Tantang KSAD Gelar Nobar Film G30S/PKI: Kalau Takut, Pulang Kampung Saja

Dengan upah yang sekecil itu, ia pun merasa dilecehkan, sebab pengabdiannya ia mengajar siswa-siswinya tidak ada yang dibedakan.

"Menurut saya sangat tidak manusiawi, karena memang kami itu seperti dilecehkan. Perjuangan dan tanggung jawab kami mendidik dan mencerdaskan anak bangsa kami tetap lakukan," ujarnya.

Ia pun menjelaskan alasan pihaknya melakukan aksi pada akhir pekan.

Karena masih merasa memiliki tanggung jawab yang besar meski sering kali terlupakan, siswanya di sekolah berhak mendapatkan pembelajaran.

"Tetapi apabila aksi ini tidak bisa direspon oleh pemerintah, maka jangan salahkan kami kalau kami akan aksi lebih besar lagi," ucap dia tegas.

Bahkan, jika masih saja tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk mengedepankan kesejahteraan honorer, ia memutuskan akan mogok kerja. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved