Asian Games 2018

Penari Ratoeh Jaroe Asian Games Belum Dibayar, Pihak Sekolah: Hanya Uang Operasional, Tak Ada Honor

Tak hanya jalan-jalan, S menerangkan pihak sekolah juga menawarkan honor tersebut digunakan membuat jaket.

Penari Ratoeh Jaroe Asian Games Belum Dibayar, Pihak Sekolah: Hanya Uang Operasional, Tak Ada Honor
Kolase Tribun Jabar/Tribunnews/Tribun Jakarta

Wakil Kesiswaan SMA 23 Jakarta, Edi Susilo mengaku tidak menahan honor 83 siswi yang menjadi penari Ratoeh Jaroe.

Edi Susilo menjelaskan uang tersebut bukanlah honor melainkan uang opersional.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani pihak sekolah dengan pihak Lima Arus tidak tertulis uang honor.

"Yang ada itu hanya uang operasional yang sekolah gunakan untuk biayai seluruh kegiatan siswi saat latihan menari. Misalnya untuk uang transportasi, makan, sewa kendaraan, dan itu semua kami yang bayar pakai uang operasional itu. Jadi enggak ada sama sekali yang namanya uang honor," katanya.

Menurutnya, pihak sekolah baru menerima uang termin ketiga tersebut melalui transfer pada Selasa malam, (18/9/18).

Pihak sekolah menerima uang opersional melalui event organizer yakni Lima Arus.

"Uang itu diterima dari pihak Lima Arus selaku event organizer yang menghubungkan antara pihak sekolah dan INASGOC pada malam tadi. Saya belum cek berapa jumlah uang itu, karena yang tahu bendahara," katanya.

Edi menjelaskan pihak sekolah paling lambat akan memberikan uang sisa operasional kepada para siswi pada jumat (21/9/18).

"Paling lambat Jumat kami akan kasih uangnya, tapi tentunya setelah kami potong dengan uang operasionalnya mereka yang selama latihan di Senayan, Jakarta Pusat. Karena memang uang itu adalah uang operasional bukan uang honor," ujarnya.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved