Asian Games 2018

Penari Ratoeh Jaroe Asian Games Belum Dibayar, Pihak Sekolah: Hanya Uang Operasional, Tak Ada Honor

Tak hanya jalan-jalan, S menerangkan pihak sekolah juga menawarkan honor tersebut digunakan membuat jaket.

Penari Ratoeh Jaroe Asian Games Belum Dibayar, Pihak Sekolah: Hanya Uang Operasional, Tak Ada Honor
Kolase Tribun Jabar/Tribunnews/Tribun Jakarta

TRIBUNJABAR.ID - Satu dari 83 siswi di SMA 23 Jakarta, Grogol Petamburan, Jakarta Barat yang menjadi penari Ratoeh Jaroe pada pembukaan Asian Games 2018 menceritakan kisahnya terkait honor.

Siswi berinisial S (16) itu mengeluhkan belum mendapat honor setelah tampil dalam pesta akbar Asia tersebut.

Melansir dari Warta Kota, S mengaku pihak sekolah belum menyerahkan honor penari yang dikirim dari INASGOC.

Tak hanya S, tetapi 82 temannya juga belum mendapat honor tersebut.

Menurut S, ia dan 82 temannya meminta kepastian mengenai honor tersebut, namun pihak sekolah justru menawarkan jalan-jalan dengan tujuan sebagai kenang-kenangan.

"Sama sekali belum terima (honor) itu dari sekolah. Enggak hanya saya, namun ada 82 teman syaa lainnya di sekolah ini yang jadi penari saat pembukaan Asian Games juga belum dibayar. Ketika kami semua itu meminta kejelasan mengenai honor yang mereka terima dari sana (INASGOC) berali-kali, pihak sekolah malah menawarkan jalan-jalan, cuma untuk kenang-kenangan," kata S, Rabu (19/9/18).

S dan 82 temannya tak ingin menerima tawaran dari pihak sekolah. Ia menginginkan honor dalam bentuk uang tunai.

Tarian daerah di Indonesia dibawakan ribuan penari pada pembukaan Asian Games ke 18 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (18/8/2018).
Tarian daerah di Indonesia dibawakan ribuan penari pada pembukaan Asian Games ke 18 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (18/8/2018). ((Tribunnews/HERUDIN))

Tak hanya jalan-jalan, S menerangkan pihak sekolah juga menawarkan honor tersebut digunakan membuat jaket.

"Kami maunya uang tunai. Enggak mau jalan-jalan. Malahan katanya dana honor untuk membuat jaket. Enggak mau. Maunya tunai, itu hak kami. Selama belasan hari, latihan menari dan itu dibayar per harinya.

Seperti diketahui, penari Ratoeh Jaroe yang berjumlah kira-kira 2.000 siswa itu berasal dari 18 sekolah.

Halaman
123
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved