Dirjen Bea Cukai Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp 909,45 Miliar

Upaya pemberantasan rokok ilegal terus dilakukan pemerintah demi mengendalikan peredaran serta konsumsi rokok di Indonesia.

shutterstock
Illustrasi rokok. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Upaya pemberantasan rokok ilegal terus dilakukan pemerintah demi mengendalikan peredaran serta konsumsi rokok di Indonesia.

Menurut survei rokok ilegal yang dilakukan Universitas Gajah Mada (UGM) dan konsorsium terkait, penindakan terhadap rokok ilegal ini berhasil menurunkan angka peredaran rokok secara nasional menjadi 7,04 persen.

Pelanggaran yang dilakukan industri rokok  pada empat periode sebelumnya terus menunjukkan tren naik.

Pada 2010, pelanggaran mencapai 6,24 persen. Angka ini naik hampir dua kali lipat pada 2016, yaitu 12,14 persen. 

Sejak dilakukan program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT), angka ini berhasil dipangkas menjadi 7,04 persen.

Selain itu, estimasi nilai pelanggaran dari industri rokok ilegal berpotensi menurunkan penerimaan negara dalam setahun  Rp909,4 miliar - Rp980,2 miliar. Nominal ini turun dari sebelumnya yang mencapai Rp. 2,4 triliun.

"Dengan kata lain, kita selamatkan potential loss sebanyak Rp. 1,5 T," ucap Heru.

Menurunnya peredaran rokok ilegal akan mendorong konsumen membeli rokok berpita cukai sah tentunya dengan harga jual yang lebih tinggi.

"Kondisi ini kami harap juga bisa menekan prevalensi perokok di Indonesia." 

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved