Breaking News:

Ini Cara Mengatasi Kecanduan Bermain 'Game' Menurut Pakar Psikologi

Tanggung jawab tersebut dibuat sebagai kesepakatan antara sekolah, orangtua, dengan anak.

Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Dra. Ardanti R Widyastuti, Psi, di Konferensi Pers High School League, Jalan Otto Iskandar Dinata No.16, Senin (17/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua Bidang Psikologi KONI Provinsi Jawa Barat, Dra. Ardanti R Widyastuti, Psi, paparkan cara menghindari resiko kecanduan bermain gim.

Menurutnya, resiko yang perlu di waspadai bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2018 ini memasukan gaming disorder atau kecanduan gim ke dalam internasional Classification of Diseases (ICD)-DSM.

Sementara satu studi mendapati bahwa keseringan menatapi layar dapat membahayakan jiwa anak, yakni Narkolema, yang dapat merusak otak anak.

Cara menghindari resiko tersebut, menurut Ardanti, dengan membuat kurikulum atau program yang terstruktur dalam pelatihan eSport, kerja sama antara pelatih, sekolah, dan orangtua.

BREAKING NEWS: Jadwal Persib Bandung Vs Persija Jakarta Diundur Dua Hari

Setelah itu, program yang telah dibentuk, harus dijalankan dengan disiplin yang baik.

Menurut Ardanti, tidak adanya pola disiplin akan menyebabkan kecanduan gim.

"Berkaitan dengan dunia pendidikan yang cukup empat tahun terakhir ini, banyak keluhan tentang kecanduan gim. Kecanduan yang terjadi disebabkan karena tidak ada pola disiplin," ujar Ardanti, di Konferensi Pers High School League, Jalan Otto Iskandar Dinata No.16, Senin (17/9/2018).

Pelatih, sekolah, dan orangtua juga harus mengawasi dan memantau, dengan membuat sistem parental control.

Hary Tanoe Berharap Pengalaman Jokowi Ditularkan ke Caleg Perindo

Sekolah dan orangtua juga dapat menetapkan persyaratan prestasi yang bagus untuk mengikuti program pembinaan, sebagai bentuk tanggung jawab pelajar terhadap tugas studinya.

Tanggung jawab tersebut dibuat sebagai kesepakatan antara sekolah, orangtua, dengan anak.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved