Breaking News:

Sungai Cilamaya Hitam dan Bau, Warga di Karawang dan Subang Berharap Ridwan Kamil Mengatasinya

Ribuan warga, terutama para petani, peternak, dan nelayan di Kabupaten Karawang dan Subang, mengeluhkan. . .

istimewa
Sungai Cilamaya 

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Ribuan warga, terutama para petani, peternak, dan nelayan di Kabupaten Karawang dan Subang, mengeluhkan tentang kondisi air Sungai Cilamaya yang setiap hari warnanya hitam dan berbau tidak sedap.

Sungai Cilamaya sepanjang 130 kilometer itu melintasi Kecamatan Jatisari, Banyusari, dan Cilamaya Wetan di Kabupaten Karawang, serta Kecamatan Patokbeusi, Ciasem, dan Blanakan di Kabupaten Subang.

 Petugas SPBU di Cirebon Turut Terlibat Penjualan Solar Bersubsidi Secara Ilegal

Menurut Uje Rosyidi (42), petani warga Kampung Gempol Pasar Selatan, Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, kondisi ini sudah terjadi selama 20 tahun terakhir, sejak limbah dari berbagai pabrik di dibuang begitu saja ke Sungai Cilamaya.

"Hitam dan bau, sudah 20 tahun seperti ini. Kami sudah bosan melaporkan masalah ini ke Pemda Karawang maupun Subang karena tak pernah ada tanggapan. Mudah-mudahan Gubernur Jabar yang baru Pak Ridwan Kamil bisa mengatasi persoalan ini," kata Uje, melalui ponselnya, Senin (10/9/2018).

Uje mengatakan, ada ribuan warga yang bermukim di sepanjang Sungai Cilamaya. Mereka berprofesi sebagai petani di sawah maupun kebun, peternak, petani tambak ikan, dan nelayan.

Sungai Cilamaya
Sungai Cilamaya (istimewa)

"Dulu, masih bisa mencari ikan di Sungai Cilamaya ini, sekarang jangankan ikan, hidup manusia saja sudah tak nyaman karena baunya sangat menyengat. Dari jarak 1 kilometer saja sudah tercium aroma tak sedap," kata Uje.

Menurut Uje, saat ini kondisi yang menimpa para petani semakin parah karena tengah berlangsung musim kemarau.

"Sekarang ini kami membutuhkan air untuk mengairi sawah, sumbernya dari Sungai Cilamaya tapi karena airnya hitam dan berbau, itu tidak bisa dilakukan," kata Uje.

Begitupun para peternak bebek, kata Uje, yang dulu mengandalkan air dari Sungai Cilamaya, sekarang jadi kelabakan tak ada sumber air, terutama saat musim kemarau.

"Warga juga banyak yang menderita sakit pernapasan karena baunya tak ketulungan," kata Uje.

Penulis: Ichsan
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved