PKL di Jalan Raya Dangdeur Berharap Menanti Kebijakan Pemkab Bandung

Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Raya Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengharapkan adanya kebijakan pemerintah terkait izin

PKL di Jalan Raya Dangdeur Berharap Menanti Kebijakan Pemkab Bandung
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Raya Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku, terpaksa berjualan di bahu jalan karena tidak adanya tempat untuk berdagang. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Raya Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengharapkan adanya kebijakan pemerintah terkait izin berjualan.

Kebijakan yang diinginkan oleh PKL, diperbolehkan berdagang di waktu tertentu atau Pemkab Bandung membangun tempat relokasi strategis bagi PKL.

Titin (56), seorang pedagang, mengatakan geram karena pihak pemerintah setempat kerap melakukan penertiban, tetapi tidak ada langkah selanjutnya.

"Cuman ditertibkan jangan berjualan di situ, tetapi kami tidak diberi tempat, sama saja bohong," kata Titin kepada Tribun Jabar di Jalan Raya Dangdeur, Minggu (9/9/2018).

Ucapan Terakhir Korban Kecelakaan Maut di Sukabumi pada Suaminya, Nanti Tidur Sendiri

Pesan Ani Yudhoyono untuk Ulang Tahun SBY yang Tak Dirayakan, Romantis dan Puitis

Tidak adanya solusi, kata Titin, dirinya bersama PKL lainnya kerap kembali berdagang di tempat yang tidak diperbolehkan untuk berdagang.

"Balik saja, karena saya gimana mau punya uang kalau tidak berdagang," katanya.

Selama belum ada tempat relokasi, Titin, bersama pedagang lainnya, bersikeras akan tetap berjualan di sekitar Jalan Raya Dangdeur.

"Karena berjualan di Pasar RTC, takut sepi, terus sewa kiosnya juga tidak terjangkau," katanya.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Raya Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku, terpaksa berjualan di bahu jalan karena tidak adanya tempat untuk berdagang.

Sebelum tahun 2011, sebagian besar para PKL adalah pedagang di pasar tradisional sekitar Jalan Raya Dangdeur, namun kemudian dibangun menjadi pasar modern, pedagang memilih untuk berjualan di fasilitas umum.

Hal tersebut dikarenakan, untuk berjualan di pasar modern tersebut, pedagang harus mengeluarkan ongkos sewa lebih mahal ketimbang di pasar sebelumnya dan ketakutan mengalami penurunan pendapatan.

Selain itu, keberadaan PKL di Jalan Raya Dangdeur pun, dikeluhkan oleh para pengendara, karena diduga sebagai pemicu kemacetan dan penyempitan jalan.

Aksi Sandiaga Uno dan Erick Thohir Berpelukan jadi Viral, Dua Sahabat Tempuh Jalan Berbeda

Flyover Padasuka Baru Selesai Dibangun, Satlantas Polres Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved