Breaking News:

Kerajinan Topeng Babakan Lima Wanda Khas Cirebon Tembus Pasar Mancanegara

Tak sembarangan orang dapat membuat Topeng Babakan Lima Wanda Khas Cirebon. Topeng ini dibuat menggunakan cara manual dan membutuhkan keuletan untuk m

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Topeng Babakan Lima Wanda khas Cirebon 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tak sembarangan orang dapat membuat Topeng Babakan Lima Wanda Khas Cirebon. Topeng ini dibuat menggunakan cara manual dan membutuhkan keuletan untuk membuatnya.

Topeng Babakan Lima Wanda khas Cirebon terdiri dari Topeng Panji, Topeng Samba, Topeng Rumyang, Topeng Tumenggung, dan Topeng Kelana.

Topeng tersebut dibuat dari kayu jaran. Teksturnya lembut dan ringan.

Pada bagian dalam mulut topeng diberi karet hitam yang berfungsi untuk gigitan penari.

"Tidak ada tali pada topeng. Selama menari itu akan terus digigit dan itu biasanya tidak lepas," ujar seoeang penari Topeng sekaligus perajin Topeng, Karmina (66), saat ditemui di kediamannya, di Blok 1, Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu (9/9/2018).

Selama membuat topeng, ia bersama istrinya, Rasmini (62), hanya duduk seharian menyelesaikan setiap pesanannya.

Jemari mereka tampak lugas membuat topeng beserta peralatan penunjang lain, di antaranya Topi Sobra dan pakaian penari.

Menurut Karmina, topeng masih terus diminati bahkan menembus pasar mancanegara semisal Jerman.

Pesan Ani Yudhoyono untuk Ulang Tahun SBY yang Tak Dirayakan, Romantis dan Puitis

Ngerinya Saat Parasut Atlet Paralayang Bermasalah di Udara

Dalam satu bulan, ia bisa membuat hingga ratusan topeng.

Topeng dijual mulai dari harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung tingkat kesulitan topeng.

"Kalau satu set mulai dari topeng hingga pakaian dijual Rp 3 juta," kata Rasmini.

Karmina adalah keponakan Penari Topeng legendaris di Cirebon, Mimi Keni. Ia menjadi satu di antara penerusnya untuk melestarikan Tarian Topeng, hingga membuat berbagai alat penunjangnya.

"Alhamdulillah kalau keturunan kami selalu ada yang meneruskan kesenian Topeng ini. Semoga tidak pernah putus karena ini juga merupakan budaya Cirebon sendiri," tutupnya.

Berbagai pesanan kesenian dari sejumlah sanggar seni dari berbagai daerah juga selalu dipesan kepada Karmina.

5 Fakta Kecelakaan Maut di Sukabumi, Pesan Terakhir Penumpang hingga Bus Diragukan Kelayakannya

Bus Maut di Sukabumi Tak Uji Berkala KIR Selama Dua Tahun

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved