Minggu, 12 April 2026

Rupiah Melemah terhadap Dolar, Peternak Ayam dan Ikan di Purwakarta Pun Merana

Kenaikan harga pakan tersebut, kata Lili, cukup membuat rugi, sebab tidak diiringi dengan kenaikan harga jual telur hasil ternaknya.

Penulis: Haryanto | Editor: Ichsan
tribunjabar/haryanto
Soreang peternak ayam petelur saat mengecek kondisi ayam ternaknya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, membuat harga pakan ternak hewan yang berasal dari luar negeri mengalami kenaikan.

Hal itu membuat para peternak ayam maupun ikan kebingungan. Pasalnya harga pakan naik, sementara harga jual hewan ternak sulit dinaikan.

Seperti halnya yang dikeluhkan oleh seorang peternak ayam petelur asal Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Lili Supriyadi (35).

Gubernur Baru Jabar akan Bentuk Pemerintahan Khusus Bandung Raya, Ini Fungsinya

Ia mengatakan kenaikan harga pakan ayam ini baru terjadi pada minggu ini.

"Harga normal Rp 5.387 per kilogram, sekarang harga pakan Rp5.537 per kilogram. Sedikit sih naiknya, tapi jika di kali banyak, kan lumayan juga. Kenaikan ini terjadi sejak satu pekan terakhir," ujar Lili, saat ditemui di sekitar kandang ayam miliknya, Kamis (6/9/2018).


Ia mengatakan, membeli pakan setiap 20 hari sekali sebanyak 1 ton. Pakan ayam itu diperuntukkan bagi 850 ayam petelur miliknya.

Kenaikan harga pakan tersebut, kata Lili, cukup membuat rugi, sebab tidak diiringi dengan kenaikan harga jual telur hasil ternaknya.

Saat ditanya kondisi ini dipengaruhi kenaikan harga dolar, ia mengatakan bisa terjadi, sebab bahan baku pakan diimpor dari luar negeri.

"Pabrik tempat saya membeli pakan di Cirebon, bahan bakunya diimpor dari luar negeri, tapi saya tidak tahu pasti," kata Lili.

Efek domino dari tingginya USD untuk IDR pun terasa juga oleh para peternak ikan.

Pakan ikan emas yang berasal dari luar negeri agar kualitasnya baik, mengalami kenaikan juga.


Petani ikan asal Desa Cibogogirang Kecamatan Plered, Ade Sanim (27) menyebutkan bahwa kenaikan tidak terlalu besar tapi cukup memberatkan.

"Pakan ikan memang naik sejak satu pekan terakhir, harga normal Rp7.100/Kg dan sekarang harga pakannya Rp7.350/Kg," ucap Ade.

Oleh karena itu, ia terpaksa menaikkan harga ikan kepada para pembeli. Hal itu dia lakukan agar tidak terlalu merugi.

Ia kini menjual ikan emas ternaknya seharga Rp 27 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya yaitu sekitar Rp 18 ribu per kilogram.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved