Senyum Mengembang dari Pengantin Khitanan Saat Menaiki Bandros

Sepanjang perjalanan, anak-anak berusia antara 3-11 tahun itu pun tanpa henti menyanyikan beberapa lagu

Senyum Mengembang dari Pengantin Khitanan Saat Menaiki Bandros
Tribun Jabar/Cipta Permana
Para peserta khitanan massal IIKU FISIP Unpas melambaikan tangan saat menaiki bus Bandros dalam rangka kegiatan "ngabageakeun barudak sunat" di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Jalan Belitung, Nomor 1, Kota Bandung. Rabu (5/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Senyum mengembang terpancar dari wajah 41 anak peserta kegiatan khitanan massal, saat pertama kali menaiki Bandung Tour On Bus (Bandros) di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, di Jalan Belitung, Kota Bandung, Rabu (5/9/2019).

Mengenakan pakaian adat pangsi berwarna hitam dan ikat kepala coklat, mereka terus melambaikan tangan dari balik jendela kendaraan terbuka yang sedang melaju menyusuri sejumlah jalan di Kota Bandung.

Sepanjang perjalanan, anak-anak berusia antara 3-11 tahun itu pun tanpa henti menyanyikan beberapa lagu, seperti Halo-Halo Bandung, Manuk Dadali, dan lainnya, secara serempak bersama para orang tua masing-masing.

Meski cuaca Kota Bandung cukup terik siang itu, namun tidak tampak rasa lelah menghiasi wajah mereka untuk tetap bergembira, termasuk menyimak setiap informasi yang disampaikan oleh pemandu wisata melalui pengeras suara di dalam Bandros.

Bahkan setiap kali pemandu wisata menjelaskan tentang sejarah dari suatu bangunan di kota berjuluk Parisj van Java tersebut, beberapa anak langsung mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel milik para orang tuanya.

Suasana ramai pun terjadi saat sang pemandu wisata mempersilakan para anak-anak untuk dapat memakan bekal yang di bawanya dari rumah, namun tetap membuang bungkus makanan ke tempat yang telah disediakan di dalam Bandros. Keceriaan aksi saling bertukar makananan pun terjadi, saat beberapa anak-anak tersebut mulai membuka bekalnya, dan memberikan sebagianya satu sama lain kepada tenannya.

Ketua IIKU Universitas Pasundan, Dr. Hj. Dewi Indrianie Jusuf. MM mengatakan, anak-anak tersebut merupakan para peserta kegiatan khitanan massal, yang merupakan bagian dari program rutin sosial, kesehatan, dan pendidikan dari Ikatan Istri Keluarga Unpas (IIKU) kepada keluarga civitas akademika di lingkungan FISIP Unpas, serta masyarakat umum dengan kategori kurang mampu di wilayah Bandung Raya.

Dalam kegiatan bertajuk "ngabageakeun barudak sunat" itu pun turut serta Ketua Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi beserta pejabat stuktural lainnya di FISIP Unpas.

"Ini merupakan wujud empati kami kepada mereka, dalam rangka tasyakur bi nikmat atas segala pencapaian FISIP Unpas selama ini. Sehingga kebahagiaan ini patut kami bagi dengan yang lain, agar semakin berkah dan bermanfaat," ujarnya di lokasi kegiatan.

Dewi menuturkan, selain perwujudan rasa syukur, melalui kegiatan ini pihaknya dapat meringankan beban ekonomi keluarga peserta, untuk melaksanakan kewajiban umat muslim, khusunya laki-laki yakni berkhitan. Sekaligus menamamkan rasa kepedulian terhadap sesama pada anak-anak.

Ia pun berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para paserta khitanan massal, dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi, soleh/solehah, dan berguna bagi orang tua, bangsa, dan negara Indonesia di masa depan.

"Sebagai institusi pendidikan, kami ingin membuktikan bahwa Unpas dan masyarakat memiliki ikatan hubungan emosional yang sangat erat. Sehingga setiap manfaat yang diberikan dari kehadiran Unpas dapat dirasakan secara nyata dan langsung bagi masyarakat, oleh karena ini, kami berharap anak-anak ini dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat di masa depan," katanya. 

Penulis: Cipta Permana
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved