Rizal Ramli Sebut Krisis Ekonomi Saat Ini Berbeda dengan yang Terjadi pada 1998

Ekonom dan politikus Rizal Ramli, mengkhawatirkan rupiah anjlok lebih parah dari krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

Rizal Ramli Sebut Krisis Ekonomi Saat Ini Berbeda dengan yang Terjadi pada 1998
wartakota.tribunnews.com
Rizal Ramli 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ekonom dan politikus Rizal Ramli, mengkhawatirkan rupiah anjlok lebih parah dari krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

"Hari ini nyaris krisis finansial, sudah setengah lampu merah," ujar Rizal saat ditemuin Tribun Jabar di Kampus Unpas Jalan Taman Sari No 6-8 Bandung, Jumat (31/8/2018).

Menurutnya, ada perbedaan krisis pada 1998 dengan yang terjadi saat ini.

Rizal kembali mengingatkan, krisis 1998 Indonesia memiliki tabungan, exportir Neto minyak bumi sebanyak 1,3 juta barel per hari.

Masih banyak memiliki kapasitas lebih dari komoditi sawit, cokelat, karet, dan sebagainya.

"Hari ini kondisinya beda kita sudah tidak punya tabungan lagi," tegasnya.

Kini, kata Rizal, Indonesia bukan bertindak sebagai exportir minyak bumi lagi tapi justru bertindak sebagai importir 1,1 barel per hari.

Tidak ada kapasitas lebih pada komoditi sawit, kakao, cokelat, dan lain lainnya, sehingga ketika rupiah anjlok ke angka Rp 15.000, Indonesia belum mampu melonjakkan export, tidak ada excess capacity.

"Inilah kenapa kita justru harus lebih hati-hati dibandingkan 1998, perlu cara-cara inovatif dan terobosan untuk keluar dari kondisi ini," ujar Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI itu.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved