Kasus Begal di Bandung

Begini Sosok Shanda, Mahasiswi Korban Begal yang Meninggal Dunia Dimata Keluarganya

Meninggalnya korban pembegalan di Cikapayang Bandung, Shanda Puti Denata (23) menyisakan duka mendalam

Begini Sosok Shanda, Mahasiswi Korban Begal yang Meninggal Dunia Dimata Keluarganya
Tribun Jabar/Isep Heri
Rumah keluarga Shanda Puti Denata (23) di Desa Cimenyan RT/RW 06 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jumat (31/8/2018). Shanda meninggal dunia akibat jadi korban begal di Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, BANJAR - Meninggalnya korban pembegalan di Cikapayang Bandung, Shanda Puti Denata (23) menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di kampung halamannya di Kota Banjar.

Putri pertama dari dua bersaudara anak pasangan Yudi Kusmayadi (56) dan Neni Eriyani (52) warga Desa Cimenyan RT 02/06 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan/Kota Banjar itu dinyatakan meninggal dunia, Jumat (31/8/2018) tdini hari, setelah mendapatkan perawatan di RS Boromeus, Bandung selama  20 jam.

Menurut ayah korban, mendiang Shanda dikenangnya sebagai anak yang mandiri, cerdas dan memiliki banyak teman.

Kondisi Terbaru Putri Denada Makin Memprihatinkan, Shakira Lebam dan Menjerit-jerit Kesakitan

"Anak saya secara umum orangnya luwes banyak temannya, mandiri tidak menuntut, tidak manja," kenang Yudi saat ditemui Tribun Kabar di rumah duka, Jumat (31/8/2018) siang.

Semasa sekolah, tutur Yudi, Shanda selalu mendapat ranking 3 besar dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.


"Semasa kuliah juga sering ikut kerja sambilan di event organizer," ujarnya.

Dia berharap kejadian nahas yang dialami putrinya tidak lagi terjadi pada siapapun.

Yudi juga berharap aparat penegak hukum bisa menghukum seberat-beratnya para pelaku yang mengakibatkan kematian sang anak.

Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved