Kekeringan

Status Darurat Kekeringan di Tasikmalaya Diperpanjang

Akibat kemarau yang masih terus berlanjut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memperpanjang status darurat kekeringan.

shutterstock
Sawah kering. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Akibat kemarau yang masih terus berlanjut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memperpanjang status darurat kekeringan hingga pertengahan Oktober 2018.

Status darurat kekeringan yang telah berlaku dari awal Agustus awalnya hanya diberlakukan sampai akhir September.

"Kami perpanjang hingga 15 Oktober nanti, awalnya kan sampai akhir September. Ternyata di lapangan semakin luas bencana kekeringan ini ditambah belum adanya tanda musim hujan," jelas Ria, Kamis (30/8/2018).


Mulai dari Nol, Ini Perjuangan Nah Project Sampai Produknya Dipakai Presiden Jokowi

Sampai saat ini, BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat sedikitnya 115 desa di 26 kecamatan yang terdampak kemarau panjang.

"Kekeringan paling parah itu wilayah di Tasikmalaya selatan, semisal Cikatomas, Cikalong, Cipatujah, dan Salopa," tuturnya.

Sebagai upaya penanggulangan, pihaknya setiap hari mengintensifkan pengiriman air secara bergilir ke setiap kecamatan maupun desa yang mengalami krisis air bersih.

"Setiap hari kami mengirim air bersih secara bergeliran tiap desa dan kecamatan," tambahnya.

Jokowi dan Presiden Namibia Tanda Tangan MoU Soal Upaya Pemberantasan llegal Fishing

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved