Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Diprediksi akan Pengaruhi Inflasi Agustus 2018

Persoalan harga pangan, menurut beberapa ekonom, memang akan mempengaruhi inflasi Agustus. Hal ini khususnya untuk bahan makanan yang diimpor.

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Diprediksi akan Pengaruhi Inflasi Agustus 2018
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID - JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang melemah diprediksi akan mempengaruhi inflasi pada bulan Agustus 2018. Meski demikian, inflasi pada Agustus sendiri diprediksi rendah.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Agustus 2018 sebesar 0,05% secara bulanan. Angka ini lebih rendah lagi dibanding inflasi Juli yang tercatat sebesar 0,28%. Inflasi tahunan Agustus diperkirakan mencapai 3,31% year on year (YoY).

3 Amalan Malam Jumat yang Dianjurkan Rasulullah Muhammad, Doa akan Dikabulkan

Proyeksi tersebut berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) mingguan yang dilakukan bank sentral pada pekan pertama Agustus.

BI mencatat, rendahnya perkiraan inflasi tersebut karena adanya penurunan harga pada sejumlah harga pangan seperti bawang merah, telur ayam, cabai merah.

Namun, ada beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan, seperti daging ayam, rokok kretek, hingga jeruk.

Persoalan harga pangan, menurut beberapa ekonom, memang akan mempengaruhi inflasi Agustus. Hal ini khususnya untuk bahan makanan yang diimpor.

“Bahan makanan masih akan inflasi karena rupiah melemah. Khususnya yang diimpor seperti gandum dan kedelai,” kata Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih kepada Kontan.co.id, Kamis (30/8).

Dus, ia memproyeksi inflasi pada Agustus 2018 bakal lebih besar dari perkiraan BI. Lana melihat, inflasi Agustus 2018 sebesar 0,17% secara bulanan dan 3,44% secara tahunan.

Guru SD di Pekanbaru Memfoto Murid Pose Pelukan Jokowi-Prabowo, Ridwan Kamil Tergerak Bikin Lomba

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro juga memperkirakan, inflasi Agustus 2018 bakal di atas proyeksi BI, yakni sebesar 0,14% secara bulanan dan 3,40% secara tahunan.

“Inflasi didorong oleh harga makanan yang naik karena faktor Idul Adha dan harga BBM non subsidi yang mahal,” ucapnya.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved