Harga Garam Makin Merosot, Petani di Desa Rawaurip Cirebon Mengeluh
Harga garam di tingkat petani semakin merosot. Di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, garam dari petani dihargai Rp 500 per kilogra
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Harga garam di tingkat petani semakin merosot.
Di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, garam dari petani dihargai Rp 500,00 per kilogram.
Padahal, para petani baru memulai masa panen garam pada Juli 2018.
"Harganya merosot terus, makin banyak yang panen, makin anjlok," ujar Warpin, petani garam, saat ditemui di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/8/2018).
Ia mengakui harga garam semakin turun sejak Juni 2018. Saat itu, baru sedikit petani yang memanen.
Para petani merasa sejahtera karena harga garam mencapai Rp 2 ribu per kilogramnya.
Namun, seiring makin banyaknya petani yang memanen garam, harga terus merosot.
Pernah Merasa Ngantuk Setelah Makan Kangkung? Ternyata Seperti Ini Faktanya https://t.co/LSFWOgLw4M via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 28, 2018
• Raffi Ahmad Akhirnya Buka Suara Soal Kedekatannya dengan Ayu Ting Ting: Nagita Tahu yang Aku Buat
"Juli 2018 itu harganya turun terus, dari Rp 1.600,00, Rp 1.200,00, Rp 1.000,00, sampai Rp 800,00," kata Warpin.
Memasuki Agustus 2018, harga garam kembali menurun.
Bahkan, setiap pekannya harga garam turun Rp 100,00 dan kini mencapai Rp 500,00 per kilogram.
Petani garam lainnya, Tauhid, mengeluhkan rendahnya harga garam saat ini.
"Pasrah saja meski harganya murah, kalau enggak dijual ya enggak bisa makan," ujar Tauhid.
• Tim Pelatih Beri Kompenasasi Bagi Pemain Persib Bandung yang Fisiknya Belum Prima
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petani_20180828_123754.jpg)