Rabu, 8 April 2026

Harga Garam Makin Merosot, Petani di Desa Rawaurip Cirebon Mengeluh

Harga garam di tingkat petani semakin merosot. Di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, garam dari petani dihargai Rp 500 per kilogra

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/ Ahmad Imam Baehaqi
Seorang petani saat memanen garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Harga garam di tingkat petani semakin merosot.

Di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, garam dari petani dihargai Rp 500,00 per kilogram.

Padahal, para petani baru memulai masa panen garam pada Juli 2018.

"Harganya merosot terus, makin banyak yang panen, makin anjlok," ujar Warpin, petani garam, saat ditemui di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/8/2018).

Ia mengakui harga garam semakin turun sejak Juni 2018. Saat itu, baru sedikit petani yang memanen.

Para petani merasa sejahtera karena harga garam mencapai Rp 2 ribu per kilogramnya.

Namun, seiring makin banyaknya petani yang memanen garam, harga terus merosot.


Raffi Ahmad Akhirnya Buka Suara Soal Kedekatannya dengan Ayu Ting Ting: Nagita Tahu yang Aku Buat

"Juli 2018 itu harganya turun terus, dari Rp 1.600,00, Rp 1.200,00, Rp 1.000,00, sampai Rp 800,00," kata Warpin.

Memasuki Agustus 2018, harga garam kembali menurun.

Bahkan, setiap pekannya harga garam turun Rp 100,00 dan kini mencapai Rp 500,00 per kilogram.

Petani garam lainnya, Tauhid, mengeluhkan rendahnya harga garam saat ini.

"Pasrah saja meski harganya murah, kalau enggak dijual ya enggak bisa makan," ujar Tauhid.

Tim Pelatih Beri Kompenasasi Bagi Pemain Persib Bandung yang Fisiknya Belum Prima

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved