Rabu, 27 Mei 2026

Diminta Pergi dari Surabaya, Ahamd Dhani Beri Jawaban Santai, Malah Masih Mau Dirikan Posko

Ahmad Dhani menjadi sasaran kemarahan massa yang menolak gerakan #2019GantiPresiden

Tayang:
Editor: Kisdiantoro
Kolase Tribun Jabar
Ahmad Dhani 

"Ini murni aksi simpatik terhadap keperdulian kami arek‑arek Suroboyo cinta NKRI. Mereka adalah saudara kita tapi mungkin mereka terkena provokasi sehingga melakukan kegiatan deklarasi itu," ujarnya.

Menurut Zazuli, deklarasi #2019GantiPresiden merupakan gerakan politik. "Kami mengajak memilih presiden, bukan ganti presiden," kata Zazuli.

Banser

Informasi mengenai adanya orang-orang berseragam Barisan Ansor Serba Guna (Banser) saat aksi penolakan deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Minggu (26/8), menarik perhatian Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.

Ia menegaskan baik Ansor maupun Banser secara organisasi tidak terlibat bentrok dengan massa pendukung deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya.

"Soal ada Banser yang turun di Surabaya seperti yang diberitakan, kami akan cek. Mereka benar Banser atau bukan. Masih aktif atau aktif hanya pada momentum‑momentum tertentu. Saya sudah perintahkan Kasatkornas Banser untuk cek di lapangan," kata Yaqut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut Yaqut, pihaknya akan segera mengambil tindakan berdasarkan hasil temuan di lapangan, termasuk apakah Banser melakukan langkah insubordinasi.

Pencak Silat Sumbang Medali Emas ke-13 Indonesia

"Nah, ini nanti akan kami kategorisasikan untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Tunggu saja," katanya.

Yaqut mengatakan secara institusi pihaknya tidak pernah menginstruksikan Banser untuk terlibat dalam demonstrasi apa pun terkait gerakan #2019GantiPresiden, khususnya yang berlangsung di Kota Surabaya.

"Secara institusi tidak ada instruksi, tapi memang ada kader‑kader yang ikut menolak gerakan tersebut secara pribadi. Kalau pribadi, ya, kami bebaskan saja. Toh, kader Banser dan Ansor pasti sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak bagi bangsa ini. Mereka memiliki pertimbangan matang untuk terlibat atau tidak," katanya.

Polisi Masih Mengejar Tahanan yang Kabur di Ciamis

Yaqut mengatakan, Ansor dan Banser baru akan terlibat secara institusional setelah menilai gerakan tersebut menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa dan negara.

"Sementara ini, kami masih melihat ini hanya gerakan politik dari orang‑orang yang frustrasi, bingung, tidak tahu akan menggunakan narasi apa untuk melawan petahana," ujarnya. (tribunnetwork/mal/son)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved