Jumlah Asuransi Nelayan Kian Menyusut Tiap Tahunnya di Cirebon

Jika nelayan ingin melanjutkan asuransi, nelayan bisa mengambil jalur mandiri.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Seorang nelayan, Sutana (56) saat ditemui di Blok Jenawi, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (4/8/2018). Ia tidak melaut dan memilih memperbaiki jaring ikan akibat angin kumbang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jumlah pengguna Asuransi Nelayan di Cirebon menyusut cukup drastis dari tahun ke tahunnya.

Hal itu disebabkan karena kurangnya manfaat asuransi tersebut pagi para nelayan.

Berdasarkan data yang Tribun Jabar peroleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, jumlah nelayan yang memiliki asuransi tahun 2018 ada 505 nelayan, tahun 2017 ada 838 nelayan, dan tahun 2016 ada 7.918 nelayan.

Total nelayan di Kabupaten Cirebon sendiri ada 17.965 orang. Artinya, masih terdapat sebagian nelayan yang belum menerima program asuransi nelayan meskipun nelayan tersebut bisa mengambil jalur mandiri.

Mengaku akan Dijadikan Tumbal Pesugihan, Perempuan ini Nekat Lompat dari Motor jadi Viral

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP, Samsudin mengungkapkan, para nelayan yang sudah mendapatkan bantuan di tahun 2016 dan 2017 sudah tidak bisa lagi dibiayai oleh pemerintah.

Jika nelayan ingin melanjutkan asuransi, nelayan bisa mengambil jalur mandiri.

"Nantinya, pembayaran preminya sendiri. Sejauh ini, nelayan juga sudah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya asuransi sehingga mereka tidak masalah apabila menggunakan jalur mandiri," kata Samsudin saat ditemui di Sumber, Cirebon, Jumat (25/8/2018).

Besaran Preminya mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu. Nanti, jumlah klaim akan berbeda sesuai dengan paket yang diterima.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved