Iduladha

Junaedi Sudah 18 Tahun Menyembelih Hewan Kurban di Lapas Perempuan Bandung

Pemandangan darah berwarna merah segar mengucur deras mewarnai pemotongan hewan kurban di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas 2 Bandung, Ra

Junaedi Sudah 18 Tahun Menyembelih Hewan Kurban di Lapas Perempuan Bandung
Tribun Jabar/ Ery Candra
Koordinator pemotongan hewan kurban, H. Junaedi Danaatmaja (memakai peci putih). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pemandangan darah berwarna merah segar mengucur deras mewarnai pemotongan hewan kurban di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas 2 Bandung, Rabu (22/8/2018).

Kejadian itu berlangsung sangat cepat dan membuat puluhan orang  yang menyaksikan pemotongan itu menutup mata dan histeris. Tampak beberapa orang pria membantu memegang hewan kurban serta satu orang pria yang mengenakan peci putih menyembelih.

Koordinator pemotongan hewan kurban, Junaedi Danaatmaja (64), mengatakan bahwa pemotongan satu ekor sapi dan dua ekor kambing yang berada di lapas tersebut dimulai sekira pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.20 WIB.

"Nanti selesai dzuhur, pemotongan satu ekor sapi lagi. Sisanya besok pagi satu sapi dan dua ekor kambing," ujar Junaedi, di Lapas Perempuan, Kota Bandung, Rabu (22/8/2018).

Jabar Ajukan Dana Rp 60 Miliar untuk Bangun Akses Jalan dari Bandara Kertajati ke Tol Cisumdawu

Make Up Air Brush Berikan Hasil Riasan Wajah Flawless dan Sempurna

Selama 18 tahun dipercaya menjadi penyembelih hewan kurban di Lapas Perempuan, membuat Junaedi terbiasa.

"Pas memotong hewan kurban tadi aman dan lancar. Hanya berontak sedikit dan itu masih tahap wajar," ujar Junaedi.

Perbedaan Iduladha tahun ini dibanding tahun lalu, kata Junaedi, adalah kualitas hewan kurban tahun ini lebih baik.

"Tahun kemarin cuma tujuh ekor kambing. Sedangkan sekarang tiga ekor sapi dan empat ekor kambing," kata pensiunan pegawai Lapas Sukamiskin itu.

Ia berharap, ke depannya warga binaan Lapas Perempuan bisa lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada sang pencipta sesuai ajaran agama Islam.

"Sehingga penyesalan datangnya tidak kemudian hari. Lebih banyak bersyukur pada yang lainnya saat momen lebaran ini," ujarnya.

Bangunan Relokasi PKL di Jalan Guntur Garut Tidak Lagi Ditempati

Penulis: Ery Chandra
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved