Jabar Ajukan Dana Rp 60 Miliar untuk Bangun Akses Jalan dari Bandara Kertajati ke Tol Cisumdawu

Sehingga pada akhir 2019, pembangunan jalan akses ini bisa bersamaan selesai dengan pembangunan Tol Cisumdawu.

Jabar Ajukan Dana Rp 60 Miliar untuk Bangun Akses Jalan dari Bandara Kertajati ke Tol Cisumdawu
ISTIMEWA
Progres pengerjaan aksebilitas menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengajukan biaya pembebasan lahan pembangunan akses penghubung dari Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) ke Kertajati.

Jalan ini akan menghubungkan ujung Tol Cisumdawu di Dawuan dengan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa mengatakan biaya pembebasan lahan yang akan diajukan pada APBD Jabar 2019 tersebut sebesar sekitar Rp 60 miliar.

Sementara pembangunan jalannya akan dilakukan Kementerian PUPR RI.

"Untuk pembebasan lahannya, dibutuhkan Rp 60 miliar. Alhamdulillah sudah bisa dialokasikan, sehingga Cisumdawu bisa nyambung ke Kertajati," kata Iwa seusai membuka rapat di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/8).

Iwa mengatakan proses pembebasan lahan sudah bisa dilakukan sehingga pada Januari 2019 pihaknya tinggal melakukan pembayaran.

Sehingga pada akhir 2019, pembangunan jalan akses ini bisa bersamaan selesai dengan pembangunan Tol Cisumdawu.

Iwa mengatakan semua pembangunan infrastruktur di Jawa Barat harus terintegrasi sehingga bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat. Termasuk, Tol Cisumdawu yang harus terintegrasi dengan akses jalan lainnya dan objek vital seperti Bandara Kertajati.

Iwa mengatakan proyek Tol Cisumdawu diharapkan bisa meningkatkan efektifitas Bandara Kertajati. Tol ini juga diharapkan bisa meningkatkan arus barang dan orang dari Bandung-Cirebon dengan waktu tempuh maksimal satu jam atau bahkan Bandung-Kertajati bisa ditempuh dalam waktu 45 menit.

Sebelumnya, dibangun juga jalan non-tol yang langsung menghubungkan jalur arteri Kabupaten Majalengka ke Bandara Kertajati dengan pelaksana pembangunan fisik oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pembangunan fisik tersebut dilakukan setelah 24 hektare lahan yang dibutuhkan selesai dibebaskan pada Desember 2017 oleh Pemprov Jabar. Kebutuhan anggaran non-tol ini senilai Rp 77 miliar diserap dari APBD Pemprov Jabar.

Selain jalan non-tol, aksebilitas menuju Bandara Kertajati akan ditunjang juga dengan keberadaan jalur tol. Keberadaannya akan terhubung langsung Tol Cipali dengan interchange di kilometer 157. Diperkirakan fisik pembangunan tol tersebut akan dimulai 2019 mendatang sejalan dengan rampungnya Tol Cisumdawu. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved