Pos Pantau dari Subang hingga Karawang, Polres Purwakarta Kawal Balap Sepeda Asian Games

Pos pantau sebelumnya hanya ada delapan mulai dari Cibatu hingga Sadang. Namun besok, akan ada tujuh pos pantau tambahan

Penulis: Haryanto | Editor: Ichsan
tribunjabar/haryanto
rombongan atlet balap sepeda saat melintasi U Turn di Simpang Sadang, Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Lomba balap sepeda jalan raya di ajang Asian Games 2918 yang jalurnya melintasi ruas jalan di Purwakarta, masih akan digelar pada Kamis (22/8/2018).

Polres Purwakarta pun akan menyiapkan lebih banyak personel keamanan untuk menjaga jalur balap sepeda yang melintas di Purwakarta.

Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan dengan jalur yang lebih panjang, jajarannya akan bersiap di sepanjang jalan yang dilintasi para atlet Asian Games.

Setelah Didepak PSMS Medan, Sekarang Ini yang Dilakukan Djadjang Nurdjaman

"Pengamanan besok dengan jalur yang lebih panjang sudah kami siapkan, di setiap ruas mulai dari perbatasan Subang sampai perbatasan Karawang sudah kami simpan pos-pos pantau," kata Twedi saat ditemui di pos pantau simpang Sadang, Purwakarta, Rabu (22/8/2018).


Pos pantau sebelumnya hanya ada delapan mulai dari Cibatu hingga Sadang. Namun besok, akan ada tujuh pos pantau tambahan yang sama.

Pos pantau yang berfungsi untuk menjaga venue sepeda itu akan ditambah keberadaannya mulai dari Sadang hingga Cikopo.

Dari sekitar pos tersebut, nantinya personel gabungan akan berjajar di sisi jalan selama atlet tengah bertanding.

"Untuk kesiapan keamanan, kami dibantu TNI dan instansi pemerintah sudah bersiap sejak pagi, tiga jam sebelum start kami sudah standby di lokasi untuk mengamankan," ujarnya.

Melihat suksesnya pengamanan venue sepeda pada hari pertama, ia pun optimis besok akan sama lancar dan kondusifnya dengan hari ini.


Sejumlah jalan jalan yang ditutup dan dialihkan pun dinyatakan lancar dan tidak ada kendala yang menganggu jalannya balap sepeda tingkat Benua Asia itu.

Hal itu, menurut Twedi disebabkan pihaknya telah mensosialisasikan penutupan dan pengalihan jalan di Purwakarta sejak jauh hari.

"Melalui radio, bikin selembaran juga, hingga media sosial, kami sampaikan pada masyarakat untuk jalur jalur alternatif selama penutupan jalur utama," ucap dia menjelaskan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved