Minat Berorganisasi dan Diskusi Kian Terkikis, Mahasiswa Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, minat sejumlah mahasiswa terhadap kesadaran berorganisasi dan berdiskusi kian terkikis.

Minat Berorganisasi dan Diskusi Kian Terkikis, Mahasiswa Harus Ikuti Perkembangan Zaman
Tribun Jabar/ Ery Candra
Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara (mengenakan kemeja putih), seusai diskusi publik yang diadakan oleh GMNI Kota Bandung yang mengangkat tema "Refleksi Gerakan Pemuda", di Kedai Cas, Kota Bandung, Senin (20/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, minat sejumlah mahasiswa terhadap kesadaran berorganisasi dan berdiskusi kian terkikis.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara, di Kedai Cas, Jalan Dipati Ukur Nomor Dua, Kota Bandung, Senin (20/8/2018).

Ia mengatakan apabila kelompok organisasi mahasiswa tidak adaptif dengan perkembangan zaman, pada akhirnya akan ditinggalkan oleh peminatnya.

"Kalau tidak adaptif dengan perkembangan zaman, akan ditinggalkan. Parahnya lagi mahasiswa dan kelompok generasi muda jika tidak meningkatkan wawasan, akan mudah dicekoki oleh isu dari kelompok yang merongrong Pancasila," ujar Hendra.


Ini Bagan dan Jadwal Fase Gugur Babak 16 Besar Sepak Bola Asian Games 2018

Hendra mengatakan bahwa satu di antara cara memancing minat mahasiswa generasi milenial adalah melalui penggunaan media sosial (medsos) secara cerdas, berdakwah, dan diskusi di cafe dan lain-lain.

"Ruang diskusi seperti ini jangan sampai mati, artinya harus tetap ada. Kalau perlu nanti bisa terfokus. Supaya lahir pemikiran, solusi-solusi yang tengah dihadapi," ujar Hendra.

Hendra menuturkan dalam konteks lokal di Kota Bandung, ke depannya bisa membahas tentang kesejahteraan yang belum merata, pendidikan, dan lain-lain. Sehingga ruang diskusi terjadi secara berkesinambungan.

"Bisa mencari solusi dan merefleksikan di lapangan. Saya yakin pemuda hadir di setiap kesulitan menghadapi tantangan zaman ini," katanya.

Peraih Medali Emas Dapat Bonus Uang Rp 1,5 Miliar, Plus Berkesempatan Jadi PNS, Anggota Polri/TNI

Penulis: Ery Chandra
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved