Sehatkan Korporasi, PT Jasa Sarana Segera Tambah Saham Kepemilikan Tol Soroja

BUMD PT Jasa Sarana segera menambah besaran kepemilikan saham di Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

Sehatkan Korporasi, PT Jasa Sarana Segera Tambah Saham Kepemilikan Tol Soroja
haryanto/tribun jabar
Gerbang Tol Soreang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BUMD PT Jasa Sarana segera menambah besaran kepemilikan saham di Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

Langkah prioritas ini merupakan awal dari upaya manajemen baru perusahaan tersebut dalam melakukan penyehatan korporasi.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Dyah Wahjusari mengatakan target penambahan kepemilikan saham ini tidak terlepas dari permintaan para pemilik saham BUMD tersebut agar pengurangan jumlah saham yang sempat dilakukan di Soroja segera dikembalikan.

Ada Lomba Unik Ala Emak-emak di Argasari Kota Tasik, Seluruh Tubuhnya Terbungkus Karung

Hari Ini Akan Ketemu Presiden Jokowi, Ini yang Akan Diminta Johny Bocah Penyelamat Prosesi Upacara

“PT Jasa Sarana merupakan inisiator Jalan Tol Soroja hingga dapat terwujud, sehingga sangat ironi apabila saat ini PT Jasa Sarana hanya memiliki saham sangat kecil,” kata Wahjusari di Bandung, Minggu (20/8) malam.

Menambah saham dari 1,1 persen menjadi 10 persen di PT Citra Marga Lintas Jabar sebagai pengelola Tol Soroja merupakan langkah penting, terlebih melihat prospek tol yang sangat bagus. Hal ini terlihat dengan pertumbuhan lalu lintas harian rata-rata di atas business plan juga didukung oleh potensi pengembangan kawasan di sekitarnya yang pesat.

“Dengan dukungan penuh para pemegang saham, kami memiliki komitmen agar Jasa Sarana dapat meningkatkan porsi kepemilikan saham di PT CMLJ,” ujarnya.


Wahjusari optimis bisa mengejar target tersebut mengingat Jasa Sarana kini dipimpin manajemen baru, Dyah SH Wahjusari sebagai Direktur Utama, Indrawan Sumantri sebagai Direktur Keuangan dan Ayi Mohamad Sudrajat sebagai Direktur Investasi, hasil RUPS Luar Biasa pada pekan lalu.

Direktur Utama PT CMLJ Sari Putra Yosep menambahkan Soroja yang memiliki panjang 12 km dan telah beroperasi sejak Desember 2017, merupakan salah satu jalan tol strategis sebagai penunjang dua pusat perekonomian lokal di Bandung Raya sekaligus menjadi solusi kemacetan dan keterbatasan akses.

“Belum genap setahun beroperasi, traffic Jalan Tol Soroja sudah melampaui target. Pada Business Plan, kami targetkan pada tahun pertama operasi adalah sebesar 16 ribu kendaraan per hari, tapi nyatanya hingga Juni 2018 sudah mencapai 30.000 kendaraan per harinya,” ujarnya.

Dia berani mengklaim jika ini satu-satunya jalan tol di Indonesia yang pada tahun pertama beroperasi sudah melebihi business plan. Tol ini dioperasikan atas saham dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk sebesar 69,32 persen, PT Wijaya Karya sebesar 29,56 persen, dan PT Jasa Sarana yang merupakan BUMD Infrastruktur Jawa Barat sebesar 1,11 persen.

Jalan Tol Soroja juga merupakan jalan tol pertama yang skema pembiayaannya berbasis syariah, yakni dari sindikasi Bank Muamalat, Bank Jateng Syariah, Bank Sumut Syariah, BPD DIY Syariah, Bank Kalsel Syariah dan Bank Sulselbar Syariah, dengan total jumlah pembiayaan senilai Rp 834 miliar dengan menggunakan skema murabahah. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved