Selasa, 28 April 2026

HUT Kemerdekaan RI

Jatuh saat Lomba Bakiak, Dedi Mulyadi Juara Masukkan Belut ke dalam Botol

Kalah dari emak-emak di lomba bakiak, Dedi mencoba peruntungan lain. Dia kemudian mengikuti lomba memasukkan belut ke dalam botol.

Editor: Indan Kurnia Efendi
Istimewa
Dedi Mulyadi bersama warga mengikuti lomba peringatan HUT RI di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (19/8/201). 

TRIBUNJABAR.ID - Suasana semarak tampak di halaman rumah Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (19/8/201).

Warga dari penjuru desa tampak berkumpul dalam rangka mengikuti lomba peringatan tujuh belasan yang dihelat mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Dedi sempat melontarkan tantangan kepada warga untuk mengikuti lomba bakiak.

Syaratnya, setiap kelompok peserta diwajibkan memakan es potong sambil berlari dengan bakiak yang sudah disediakan.

“Ayo wani teu lomba bakiak? (Ayo berani tidak lomba bakiak),” katanya.

Warga yang rata-rata terdiri dari kaum emak-emak itu menyambut tantangan Dedi Mulyadi. Mereka menyanggupi ‘challenge’ yang membutuhkan kekompakan tim tersebut.

Wani Pak, hayu lah (berani pak, ayolah),” ucap Titin (27) sambil mengajak beberapa temannya.

Gelak tawa terdengar riuh dari seluruh warga yang hadir. Tawa tersebut disebabkan Dedi bersama regunya terjatuh dari bakiak. Padahal, dia dan timnya baru bergerak tak kurang dari 2 meter saja.

“Ayo bangun lagi,” katanya memberi semangat.

Berhasil di Lomba Belut

Dedi Mulyadi lomba masukkan belut
Dedi Mulyadi lomba masukkan belut (Istimewa)

Kalah dari emak-emak di lomba bakiak, Dedi mencoba peruntungan lain. Dia kemudian mengikuti lomba memasukkan belut ke dalam botol.

Pengalaman ‘ngurek’ (mencari belut di sawah) dia jadikan bekal mengikuti jenis lomba ini.

Tepuk tangan warga kembali terdengar riuh. Dedi berhasil memasukkan 10 ekor belut. Hasil ini membuat dia keluar sebagai juara dalam lomba tersebut.

“Urusan ‘ngurek’ belut mah bawaan alam,” katanya riang.

Dedi mengatakan bahwa seluruh rangkaian lomba tujuh belasan mengingatkan dirinya pada masa kecil.

“Ingat masa kecil. Kalau balap karung dan lomba masukan belut saya bisa. Kalau bakiak mah ampun, satu saja anggota tim kita gak kompak, itu bahaya,” ujarnya menganalisa. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved