HUT Kemerdekaan RI

VIDEO: Jualan Bambu Buat Agustusan Tak Selaris Tahun Lalu

DI bawah terik matahari, Uday masih terlihat mengolah bambu agar bisa digunakan untuk panjat pinang di lapaknya.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

"ENGGAK tahu kenapa sekarang sepi. Mungkin sudah jarang yang bikin lomba panjat pinang," ujar penjual bambu itu membuka perbincangan.

Padahal, bambu panjat pinang buat Agustusan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang dijual, menurutnya, hanya Rp 350 ribu saja.

Sedangkan, pohon pinang yang sudah diolah untuk panjat pinang, hanya dibanderolnya Rp 800 ribu saja.

"Kalau ini yang sudah diolah masih sisa, ya paling nanti dibongkar lagi," kata pria yang akrab disapa Uday (36) ini.

Di bawah terik Matahari, Uday masih terlihat mengolah bambu agar bisa digunakan untuk panjat pinang di lapaknya.

Lokasi lapaknya memang beratapkan langit alias di tempat terbuka dan berada persis di samping trotoar.

Meskipun berada di bawah jembatan layang Kiaracondong, sinar Matahari masih tetap langsung mengenainya.

Bukan hanya sinar Matahari, asap dan suara bising kendaraan bermotor juga jadi makanan sehari-hari saat Uday mengerjakan panjat pinang.

Maklum saja, jalan di bawah jembatan itu memang terkenal ramai, baik oleh mobil angkutan kota, maupun kendaraan lainnya.

Ya, lapak Uday berada di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung.

Tak hanya dari pohon pinang, Uday rupanya memang membuat panjat pinang berbahan bambu.

Berbekal gergaji dan golok, ayah satu anak ini tetap terus memotong bambu yang sedari tadi disiapkannya.

Keringat tampak bercucuran, namun dia tetap membuat panjat pinang berbahan bambu itu hingga selesai. (*)

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved