Breaking News:

Begini Cara Polisi Identifikasi Maling yang jadi Korlap Aksi di Gedung DPRD Cirebon

Tersangka datang bersama belasan warga lainnya dan melakukan orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Yudha Maulana
tribunjabar/siti masithoh
Belasan warga yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon saat hendak pulang dan membatalkan unjuk rasa akibat korlap aksi diciduk polisi, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Seorang korlap aksi, H, warga Kanci Wetan, diciduk polisi saat hendak berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (13/8/2018).

Ia hendak berunjuk rasa terkait penolakan pembangunan minimarket di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Tersangka datang bersama belasan warga lainnya dan melakukan orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon.

Seminggu sebelum melakukan unjuk rasa, mereka mengirimkan surat izin berunjuk rasa.

Di suratnya, tertera tanda tangan korlap aksi atau tersangka berinisial H tersebut.

Dari situ polisi mengetahui bahwa tersangka adalah DPO sejak tahun 2013 akibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Robby Purba Diminta Damai dengan Roy Kiyoshi: Aku Pilih Mundur, Sudah Tak Ada Kecocokan Lagi

"Kami izinkan mereka berunjuk rasa karena itu hak mereka," ujar Kapolsek Lemahabang Kompol Sentosa Sembiring, saat ditemui di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (13/8/2018).

Sebelum namanya ada di surat izin untuk berorasi, keberadaan tersangka belum dapat diketahui.

Polisi sudah berupaya mencari dan mendatangi rumah tersangka tetapi tidak ada.

"Selama ini kami belum dapat info bersembunyi di mana, tetapi kami cek ke rumahnya memang tidak ada," tambahnya.

Sudah Lima Tahun Buron, Maling Ini Diciduk Polisi Saat Berorasi dalam Aksi Demo di Gedung DPRD

Menurutnya, tersangka melakukan pencurian dengan menaiki genteng rumah korban.

Saat ini, pelaku diamankan dan hendak diinterogasi. Kerugian akibat kasus tersangka senilai Rp 9,5 juta.

Sementara itu, belasan warga lainnya membatalkan aksinya.

"Saya sempat menawarkan untuk mengawal mereka. Awalnya kan mau berunjuk rasa ke Setda juga, tapi mereka memilih membatalkan aksi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved