Senin, 27 April 2026

Belajar dari Kejadian Ustaz Evie Effendi, MUI Jabar Ingatkan Bahayanya Belajar Agama Tanpa Guru

Dia mengaku khawatir, kemungkinan banyak umat Muslim yang belajar agama melalui internet atau sumber-sumber lain, selain guru.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Ravianto
Kolase Tribun Jabar
Ustaz Evie Effendi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belajar dari kejadian Ustaz Evie Effendi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menganjurkan agar umat Muslim belajar agama dari seorang guru.

Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar, mengaku khawatir dengan fenomena pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.

Dia mengaku khawatir, kemungkinan banyak umat Muslim yang belajar agama melalui internet atau sumber-sumber lain, selain guru.

"Belajar agama itu yang sempurna harus dari guru. Saya melihat fenomena, berbarengan dengan fonemena IT, pertama, itu banyak yang belajar agama dari google. Memang buku dan sumber lain boleh, tapi dari guru itu mutlak," katanya saat ditemui Tribun Jabar di kantornya, Jalan L L RE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).

Ulama-ulama besar di Indonesia seperti Hasjim Asy'ari, Buya Hamka, hingga Ahmad Dahlan, juga belajar agama dari seorang guru.

Karena itu, Rafani mengingatkan kembali, belajar tanpa guru memang sah-sah saja, tapi akan lebih afdal jika belajar dengan guru 

"Jadi saya menganjurkan, belajar tanpa guru itu sah, tapi lebih afdal belajar dengan guru. Aliran sesat yang kami temukan pun, awalnya gara-gara belajar tanpa guru, sehingga, memahami agama hanya dengan akal dan pikirannya sendiri," katanya.

Lebih lanjut Rafani menjelaskan, memahami agama, apalagi sampai menafsirkan teks agama seperti Alquran dan Hadis, ada kaidahnya.

Menafsirkan sembarangan teks agama hanya berdasarkan akal dan pikiran sendiri, lanjutnya, kemungkinan dapat terpengaruh nafsu pribadi.

"Enggak boleh sembarangan. Menafsirkan sembarangan hanya berdasarkan akal dan pikiran itu hanya berdasarkan nafsu. Jadi, kepada ustaz-ustaz yang lain, coba tolong perhatikan. Boleh berijtihad, tapi ijtihad kan ada syaratnya. Enggak sembarangan orang berijtihad," kata Rafani.

Konten Porno Kini Tak Bisa Lagi Diakses dari Situs Pencarian Google

Foto Orang-orang yang Selamat dari Sambaran Petir, Lihat Bekas Sambaran Geledeknya

"Menurut saya, kalau memang penguasaan kaidah, pemahaman agama, metodologi pemahanan agamanya kurang mumpuni, jangan nyerempet yang gitu-gitu. Mohon maaf, kadang-kadang ustaz-ustaz tidak menyadari audiensnya lebih pintar," sambungnya.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar sudah mengirimkan surat kepada Ustaz Evie Effendi agar datang ke kantor MUI Jabar pada Senin (13/8/2018) nanti.

Selain meminta klarifikasi, dikatakan Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar, pihaknya akan tabayun atau meminta penjelasan terkait ceramah ustaz nyentrik itu beberapa waktu lalu yang diduga dapat membuat umat bingung.

"Bahwa kami tadi pagi sudah mengirimkan surat alamat beliau. Kita akan lakukan tabayun. MUI tidak akan langsung memvonis begitu saja. Kita akan klarifikasi," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan L.L.RE. Martadinata 105, Cihapit, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved