SOROT

Membuang Kamus ‘Nyinyir’ di Pilpres 2019

Pilpres 2019 benar-benar dua pasangan, maka suhu politik sangat mungkin akan sepanas pada Pilpres 2014. Masyarakat Indonesia terbelah dua.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Membuang Kamus ‘Nyinyir’ di Pilpres 2019
Dok
Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar

Pilpres 2019 benar-benar dua pasangan, maka suhu politik sangat mungkin akan sepanas pada Pilpres 2014. Masyarakat Indonesia terbelah dua.

Bahkan efek Pilpres 2014, masih terasa hingga sekarang. Malah muncul istilah-istilah yang merujuk kepada kedua kubu dan kini menjadi ‘kamus nyinyir’ di Pilpres 2019.

Hari-hari ini saja, kita sudah banyak mendapati istilah ‘kecebong, kampret, pasukan nasi bungkus, jenderal kardus, dan lainnya. Dan setelah pasangan capres ini resmi mendaftar dan diterima KPU,  maka pertarungan menggunakan istilah dalam ‘kamus nyinyir’ itu makin keras.

Susunan Pemain Mitra Kukar vs Persib Bandung: Patrich Wanggai-Jonathan Bauman Jadi Andalan

Jika kita memaknai Pilpres sebagai upaya mencari pemimpin yang baik, maka prosesnya pun semestinya dijalani dengan baik. Kedua kubu berusaha sekuat tenaga mengerem, pendukungnya, termasuk yang aktif di dunia maya, untuk tidak saling mengolok.

Dan bagi para pendukung Jokowi maupun Prabowo, curahkanlah kecintaan, pembelaan itu secara wajar. Sebab, mencitai secara membabi buta sama halnya membenci membabi buta. Akal sehat bisa tanggal.

Ditawari Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin, Jusuf Kalla Pilih Jadi Penjaga Gawang

Maka yang terjadi adalah saling mengolok. Lini masa dan obrolan di warung-warung kopi pun bisa tidak sehat, semua isinya olokan dan kebencian.

Indonesia menjadi pincang, masyarakatnya tidak sehat, terbelah, dan tidak produktif. Sebelum nasi menjadi bubur, maka ada kesempatan untuk mengerem diri.

Membuang olokan, meski itu berat. Ingat, sebagai Muslim, kita sangat dilarang untuk mengolok-olok. Sebab, bisa jadi mereka yang diolok jauh lebih baik dari diri kita. Dukunglah capresmu secara wajar!

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved