Anak HR Prawoto Tak Rela Tuntutan Jaksa yang Lemah, Minta Terdakwa Dihukum Mati

"Saya tidak rela dengan tuntutan yang disam‎paikan jaksa terhadap pembunuh ayah saya," ujar Nazwan di atas panggung sambil berorasi

Anak HR Prawoto Tak Rela Tuntutan Jaksa yang Lemah, Minta Terdakwa Dihukum Mati
Tribunjabar/Mega Nugraha
Putra pertama almarhum HR Prawoto, Nazwan Fauzi (23) sempat berorasi sambil mengucurkan air mata di sela unjuk rasa massa PP Persis di PN Bandung, Kamis (9/8). Saat bersamaan, digelar sidang pembacaan replik atau tanggapan jaksa atas pembelaan terdakwa Asep Maftuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Putra pertama almarhum HR Prawoto, Nazwan Fauzi (23) sempat berorasi sambil mengucurkan air mata di sela unjuk rasa massa PP Persis di PN Bandung, Kamis (9/8). Saat bersamaan, digelar sidang pembacaan replik atau tanggapan jaksa atas pembelaan terdakwa Asep Maftuh.

"Saya tidak rela dengan tuntutan yang disam‎paikan jaksa terhadap pembunuh ayah saya," ujar Nazwan di atas panggung sambil berorasi dan suaranya terbata-bata.

Ia sempat terdiam usai mengatakan hal itu. Tiba-tiba, seorang pengunjuk rasa memekikan takbir dan massa kembali berteriak takbir. Nazwan tampak mengusap air mata di pipinya.

Tangan Dingin Rahmad Darmawan Bisa Ganjal Kemenangan Persib Bandung di Kandang Mitra Kukar

"Saya minta pada hakim untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup atau sampai pidana mati. Terima kasih pada teman-teman yang sudah datang," ujar Nazwan kemudi‎an disambut pekikan takbir.

Pada tuntutannya, jaksa menerapkan pasal dalam dakwaan subsidair, yakni Pasal 351 ayat 3 KUH Pidana tentang penganiayaan mengakibatkan tewasnya seseorang dengan ancaman 15 tahun penjara. Pada tuntutan, jaksa menuntut pidana 6,5 tahun penjara. Di dakwaan primer, jaksa menerapkan Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman seumur hidup atau pidana mati.


Massa Persis juga menyerukan agar hakim menjatuhkan vonis melebihi tuntutan atau dikenal ultra petita. Massa juga menyebut jaksa salah menerapkan pasal.


Kasus ini terjadi pada 1 Februari. Asep Maftuh yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa datang ke rumah HR Prawoto membawa benda tajam. Tiba-tiba, ia memukul HR Prawoto hingga tersungkur. HR Prawoto yang tokoh PP Persis ini sempat dibawa ke RS Santosa Bandung namun akhirnya dibawa pulang kembali. Sore harinya, HR Prawoto meninggal. Namun, tidak ada autopsi mengenai penyebab kematian HR Prawoto.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved